Layanan Peti Kemas Pulih 80%
Kamis, 08 Feb 2007 17:37 WIB
Jakarta - Jumlah peti kemas yang terlayani di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta selama banjir melanda turun hingga 60 persen. Penurunan tersebut akibat tertutupnya akses jalan masuk maupun keluar Pelabuhan Tanjung Priok. "Penurunan cukup tajam terjadi pada hari ketiga dan keempat banjir (Senin Selasa). Dari yang rata-rata per hari 8 ribu peti kemas, menjadi sekitar 2.700 peti kemas," kata Menhub Hatta Rajasa, di gedung Dephub, Jl. Medan Merdeka Barat, Kamis (8/2/2007), seusai kunjungan ke pelabuhan Tanjung Priok. Akses jalan yang paling parah, menurut Hatta, adalah jalur Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, yang biasanya dilalui truk pengangkut peti kemas. Jalur tersebut terendam hingga sepinggang orang dewasa. Namun untuk kondisi pelabuhan tidak tergenang banjir. Pengamatan detikFinance, yang juga turut serta dalam kunjungan Menhub, kondisi pelabuhan pada waktu hujan deras tadi tidak terjadi banjir. Untuk mengatasinya, Menhub mengajukan dua prioritas. Pertama, perbaikan jalan akses yang akan didanai oleh Japan International Bank Corporation (JBIC) senilai Rp 2 Triliun, yang akan dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Kedua, membuka akses kereta api untuk mengangkut peti kemas, sebagai sarana transportasi alternatif. Untuk akses kereta api, izin penggunaan lahan masih belum turun, karena harus dikoordinasikan dulu dengan Menneg BUMN, kalau hal tersebut selesai, maka kereta api bisa sebagai alternatif angkutan peti kemas. "Yang penting penataan lagi akses-aksesnya, sehingga tidak betul kalo terjadi stagnasi di pelabuhan," tutur Hatta. Saat ini, kondisi terminal peti kemas mulai pulih yakni sudah hampir 80 persen. Jumlah peti kemas yang terlayani sudah mencapai 5.941 peti kemas, mendekati normal 8000 peti kemas. Kahumas Pelindo II, Hendra Budhi mengatakan, jalan yang terputus aksesnya meliputi daerah Cakung, Plumpang, Cikarang, dan Jababeka. Untuk truk peti kemas juga mengalami penurunan selama musim banjir, dari yang rata-rata perharinya 3 ribu hingga 4 ribu truk yang lalu lalang, menjadi kurang dari 2 ribu hingga 2 ribu truk
(nwk/qom)











































