OP Libatkan Pedagang PBIC
Harga Beras Mulai Turun
Jumat, 09 Feb 2007 11:25 WIB
Jakarta - Operasi Pasar (OP) beras yang dilakukan pemerintah berulangkali gagal menurunkan harga beras di pasaran.Kini Badan Urusan Logistik (Bulog) memakai jaringan pedagang di Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC), yang hasilnya mulai terlihat adanya penurunan harga beras di pasaran Rp 300-400 per kilogram."OP beras dilakukan sejak Kamis kemarin (8/2/2007), dengan mengerahkan jaringan pedagang di PBIC yang memiliki ratusan pengecer dan terbukti harga mulai turun," kata Syamsul Hilataha, Dirut PT Food Station Tjipinang yang mengelola Pasar Beras Induk Cipinang, ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/2/2007).Sebelumnya, Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengakui, harga beras sulit turun meski telah dilakukan OP karena harga dikendalikan pedagang beras di Cipinang.Menurut Syamsul, pedagang di PBIC diperintahkan untuk men-drop beras OP kepada pengecer yang jumlahnya mencapai 67-100 pengecer. Para pengecer ini diwajibkan menjual beras OP Rp 3.700/kg."Jadi beras OP tidak masuk PBIC tapi langsung di-drop ke pengecer. Kalau ada pengecer yang menjual di atas Rp 3.700/kg diancam tidak akan diberi pasokan," tegas Syamsul.Dengan menggunakan jaringan pedagang di PBIC, menurut Syamsul, harga di pasar seperti IR-64 yang semula Rp 6.000/kg telah turun Rp 300-400/kg. Harga ini ditargetkan bisa turun lagi ke level Rp 4.500/kg jika OP beras terus berjalan."Pedagang di PBIC punya hubungan yang sangat baik dan memiliki kedekatan emosional dengan pengcer, sehingga kalau diminta ikut jual beras OP mereka manut," kata Syamsul.Jumlah beras untuk OP yang digelontorkan Dolog/Bulog melalui jaringan pedagang di Cipinang mencapai 400 ton per hari. Sementara pasokan beras di luar kebutuhan OP yang ada di PBIC kini telah normal sebesar 1.300 ton per hari. Pasokan ini sempat turun dibawah 1.000 ton per hari pada 7-8 Februari 2007, karena distribusi tersendat akibat banjir.
(ir/qom)











































