Harga Minyak Tembus US$ 60

Harga Minyak Tembus US$ 60

- detikFinance
Jumat, 09 Feb 2007 11:35 WIB
Jakarta - Hawa dingin tidak hanya melanda Jakarta tapi juga Amerika. Akibatnya harga minyak terus merangkak naik. Di pasar perdagangan Asia, harga minyak mencapai US$ 60 per barel.Di AS, permintaan minyak untuk mesin pemanas semakin meningkat. Pembelian spekulasi dan penutupan lapangan minyak Californa membuat harga minyak kembali ke US$ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak 3 Januari 2007.Harga minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Maret di pasar New York Mercantile Exchange (NYMEX) diperdagangkan pada US$ 60,12 per barel. Di London, minyak jenis Brent diperdagangkan pada US$ 59,33 per barel."Kenaikan harga terjadi karena cuaca dingin di AS. Semakin lama cuaca semakin dingin, akhirnya permintaan minyak penghangat meningkat," ujar Tobin Gorey analis dari Commonwealth Bank of Australia di Sydney seperti dilansir AFP, Jumat (9/2/2007).Gorey memperkirakan minyak akan diperdagangkan pada kisaran US$ 57-62 per barelnya minggu depan. AS merupakan konsumen energi terbesar di dunia, dan musim dingin biasanya mengerek harga minyak mentah.Badan Meteorologi dan Geofisika AS memprediksi selama 6-10 hari ke depan cuaca dingin tetap melanda AS. Ini akan menyebabkan cadangan minyak terkuras. Berdasarkan data Departemen Energi AS cadangan minyak AS turun 400.000 barel menjadi 324,5 juta barel pada 2 Februari 2007. (ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads