Banjir, SCB Revisi Inflasi RI
Jumat, 09 Feb 2007 14:01 WIB
Jakarta - Standard Chartered Bank (SCB) merevisi perkiraan inflasi tahun 2007 dari semula 5,6 persen menjadi 6,2 persen karena terkait banjir besar di Jabodetabek."Naiknya harga bahan makanan dan biaya transportasi akibat banjir akan menjadi pemicu naiknya inflasi Februari," kata Ekonom Senior SCB, Fauzi Ichsan dalam data Indikator Ekonomi Indonesia yang dikeluarkan SCB, Jumat (9/2/2007).Meski ancaman inflasi akan naik, namun SCB melihat Bank Indonesia (BI) akan tetap melanjutkan kebijakan pemotongan BI Rate. "Kami memperkirakan BI akan memangkas BI Rate sekitar 25 basis poin pada Maret nanti menjadi 9 persen. Posisi ini kami perkirakan akan dipertahankan hingga semester II-2007," kata Fauzi.Menurut Fauzi, pada semester II-2007, The Fed juga akan mulai melakukan pemotongan suku bunga yang memungkinkan BI kembali menurunkan suku bunganya meski dalam kisaran yang lebih terbatas.Dampak dari kebijakan pemotongan suku bunga BI akan berpengaruh pada kuatnya surplus perdagangan Indonesia yang nantinya memberikan kontribusi terbesar terhadap cadangan devisa dan stabilitas rupiah.Ekspor diperkirakan akan tumbuh 17,5 persen di tahun 2007 menjadi US$ 100,7 miliar. Sedangkan cadangan devisa hingga akhir tahun 2007 diprediksi mencapai US$ 49 miliar.Cadangan devisa Indonesia makin kuat pada 2007 karena tahun ini sudah tidak dibebani lagi pembayaran utang IMF.
(ir/qom)











































