Pertamina-PLN Cincai Soal BBM
Jumat, 09 Feb 2007 14:34 WIB
Jakarta - Pertamina keberatan mengikuti tender prakualifikasi pasokan BBM untuk PLN. Pertamina justru mempertanyakan niat PLN mengundang Pertamina untuk mengikuti tender prakualifikasi tersebut.Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/2/2007) mengatakan, Pertamina bermaksud tidak mengikuti prakualifikasi tender pasokan BBM untuk PLN. Menurut Hanung, alasan terkait tender yang harus diikuti Pertamina itu tidak rasional. Alasannya, PLN masih berutang Rp 13 triliun ke Pertamina. Selain itu, Pertamina sudah 40 tahun melayani PLN dalam memasok kebutuhan BBM."Dimana rasionalisasinya kita harus ikut tender PLN," cetus Hanung.Hal senada disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno yang juga mempertanyakan maksud PLN dengan mengundang ikut prakualifikasi. "Makanya saya mau tanya nih sama PLN, maksudnya apa?" cetusnya.Padahal menurut Ari, selama ini Pertamina tidak pernah menagih utang ke PLN. Ia juga menekankan, Pertamina sudah berpengalaman memasok BBM baik jumlah ataupun geografis letak pembangkit PLN. Ari juga meminta keterbukaan soal harga BBM yang selama ini dari Pertamina dianggap kemahalan. Secara tepisah, Dirut PLN Eddie Widiono mengatakan, Pertamina bisa saja tidak mengikuti prekualifikasi. "Boleh-boleh saja, kan sesama BUMN. Apalagi Pertamina kan pemasok terbesar kita," ujar Eddie usai Salat Jumat di kantor Departemen ESDM.Namun pernyataan Ari sedikit melunak saat dikonfirmasi ulang setelah melakukan rapat dengan Dirut PLN. "Cincai lah. PLN itu konsumen terbesar kita. Kita harus treat dengan baik. Tapi PLN juga harus treat dengan baik juga," ujar Ari.Ia menambahkan, untuk kasus kali ini, akan lebih diperjelas kontrak pembayaran antara PLN dan Pertamina, sehingga tidak menimbulkan masalah lagi di masa mendatang.
(qom/ir)











































