Stok Menipis, Bulog Tetap Gelar OP Beras

Stok Menipis, Bulog Tetap Gelar OP Beras

- detikFinance
Senin, 12 Feb 2007 15:53 WIB
Jakarta - Meski stok beras pemerintah menipis, pemerintah tetap berupaya menjaga kestabilan harga beras. Melalui Bulog, pemerintah akan melakukan Operasi Pasar (OP) besar-besaran guna mengembalikan harga beras nasional ketingkat aman di harga Rp 4.000-Rp 4.300 per kg."Presiden memberi arahan agar kestabilan harga beras harus menjadi sasaran," kata Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, usai Rapat Kabinet Terbatas di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2007).Dikatakan Boediono, pemerintah daerah akan dilibatkan aktif untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Upaya pengamanan stok beras akan dilakukan secara nasional dan lokal."Operasi pasar akan dilaksanakan sepanjang diperlukan," ujar Boediono.Dalam kesempatan yang sama, Kabulog Widjanarko Puspoyo mengatakan OP akan dilakukan terus secara meluas dan secara besar-besaran, agar dapat mengembalikan harga beras nasional ke tingkat yang aman di Rp 4.000-Rp 4.300 per kg."Kita harus berani masuk pasar dengan harga Rp 3.700/kg," ucap Widjanarko.Widjanarko menyampaikan, stok beras pemerintah sebenarnya tipis hanya sekitar 700 ribu ton. Dan dengan jumlah stok tersebut Bulog hanya sanggup menggelontorkan 100 ribu ton beras setiap bulannya."Karena itu, besok Menko Perekonomian dan Wapres akan melakukan evaluasi di kantor Bulog untuk mencari solusi yang dihadapi Bulog. Dan kita akan terus melakukan OP sampai harga stabil," urai Widjanarko. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads