Pedagang Pasar Korban Banjir Minta Keringanan Kredit
Senin, 12 Feb 2007 17:22 WIB
Jakarta -
Pedagang pasar di DKI Jakarta yang terkena banjir berharap perbankan memberikan keringanan pembayaran kredit. Dari 151 pasar tradisonal di DKI Jakarta, sebanyak 35 persen terkena banjir bandang."Akibat banjir akan banyak kredit macet dan kita akan alami kerugian besar, tapi saat ini belum menghitung totalnya, karena pedagang pasar masih beres-beres, dan beberapa pasar masih belum berfungsi normal seperti Pasar Cipulir, Tanah Abang dan Jatinegara," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta, Hasan Basri.Hal tersebut disampaikan Hasan, disela-sela acara seminar bertema 'Asing Incar Industri Ritel Nasional' di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (12/2/2007).Menurut Hasan, pihaknya akan meminta perbankan memberikan keringanan penghentian pembayaran bunga bank selama tiga bulan ke depan. Mengingat barang-barang dagangan milik pedagang banyak yang tidak bisa dijual dan mengalami kerugian.APPSI juga akan mengirim surat permintaan keringanan pembayaran bunga kepada lembaga perbankan, pemerintah pusat dan pemda.Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) Susanto meminta pengertian bagi para peritel agar tidak memberikan denda-denda service karena barang-barang yang distoknya banyak yang terendam banjir. "Denda service yang dimaksud adalah apabila minta dikirim 100 buah produk tapi baru bisa memenuhi 50 buah itu diminta tidak dikenakan denda," kata Susanto yang mengaku omsetnya turun 50 persen karena banjir.
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































