Industri di KBN Cakung Minta Keringanan

Industri di KBN Cakung Minta Keringanan

- detikFinance
Selasa, 13 Feb 2007 15:13 WIB
Jakarta - Banjir di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Ekspor pun terpaksa tertunda. Para pengusaha yang 'menghuni' KBN meminta keringanan.Keluhan dan harapan itu disampaikan sejumlah pengusaha di KBN saat Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengunjungi KBN, Cakung, Jakarta Utara, Selasa (13/2/2007).Perwakilan Molax International, mengaku pihaknya menderita kerugian hingga Rp 18 miliar akibat banjir. Ia pun minta keringanan dibebaskan sewa KBN selama 6 bulan. Hal serupa dikatakan oleh Barto, Direktur Operasional PT Aneka dan Caterindo yang bergerak di bidang garmen. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 10 miliar dan juga meminta keringanan biaya sewa di KBN."Memang meski diberi pembebasan belum menutup kerugian kita. Yang penting meringankan," ujarnya.Atas berbagai keluhan itu, Fahmi mengaku pemerintah akan berusaha untuk membantu korban industri yang terkena banjir disini dengan berbagai cara. "Kita akan mencari caranya," tandasnya.Dalam kunjungan ini, mengunjunai PT Hamsae Indonesia Utama yang bergerak di bidang garmen dan PT Nisung Indonesia, yang bergerak di bidang pembautan wig yang diekspor di Afrika Selatan. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads