Harga Beras di Jatim Meroket
Selasa, 13 Feb 2007 18:50 WIB
Surabaya - Hampir sepekan ini masyarakat di Jawa Timur mengeluhkan kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Selain di Surabaya, kota lain yang harga berasnya meroket terjadi di Malang, Jember, Madiun dan Blitar.Di Surabaya, kenaikan harga beras dipicu dengan menipisnya stok ditingkat tengkulak. Harga beras di pasar tradisional di Surabaya pun meroket. Kenaikan harga berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram.Kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa hari ini mengejutkan pedagang beras di Pasar Bendul Merisi Surabaya. Harga beras di pasar beras terbesar di Kota Pahlawan ini untuk kualitas rendah yang sebelumnya Rp 4.500 kini Rp 5.500 per kg. Beras kualitas sedang Rp 4.800 menjadi Rp 5.500, sedangkan kualitas bagus Rp 5.500 menjadi Rp 6.500 per kg.Ketua Himpunan Pedagang Pasar Beras Sudarno menyatakan, melambungnya harga beras yang terjadi beberapa hari ini disebabkan menipinsya stok di tingkat tengkulak. "Tengkulak banyak yang melepas simpanan berasnya sehingga kini stok menjadi berkurang. Dampaknya harga beras ditingkat pedagang ikut naik," katanya saat ditemui di Pasar Bendul Merisi Surabaya, Selasa (13/2/2007).Pedagang, lanjut Sudarno berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasinya naiknya harga beras tersebut dengan menggelar operasi pasar. "Jika tidak segera dilakukan operasi pasar maka harga beras kemungkinan akan terus membumbung," harapnya.Krisis harga beras juga terjadi disebagian besar daerah di Jawa Timur. Di Kabupaten Jember harga melonjak hanya pada beras berkualitas baik. Sementara, untuk untuk beras berkualitas sedang dan biasa tidak ada lonjakan harga.Di kecamatan Sumbersari, harga beras berkualitas baik mencapai Rp 6.500 per kilogram. Sementara di Patrang, harganya Rp 6.300 per kg.Di kecamatan Mayang, Pakusari, dan Arjasa, harga beras berkualitas baik Rp 6.100 per kg. Sedangkan, di Rambipuji dan Balung, harga berkualitas baik baru mencapai angka Rp 5.500 per kg. Harga normal sebelumnya sekitar Rp 5.000 per kg.Demikian pula kenaikan harga beras juga tak bisa dibendung lagi di pasaran Blitar. Data yang dihimpun, jenis beras seperti IR 64 super semula harga jual Rp 5000 tiap kg saat ini mencapai Rp 5.600 hingga Rp 5.700 per kg.Sedangkan untuk jenis mawar JB, harga kulakan semula perkilo Rp 4950, saat ini mencapai Rp 5.500 hingga Rp 5.800. Akibat harga yang melambung tersebut, pedagang maupun konsumen merasa cemas.Di Kota Malang, harga beras juga meroket seperti halnya daerah-daerah yang lain. Saat ini kenaikan rata-rata setiap hari harga beras naik antara Rp 100 hingga Rp 200. Di Pasar Besar Malang, beras IR 64 kualitas baik merek mentari di pedagang eceran dijual Rp 6.200 per kg, sedang merek mawar dijual Rp 6 ribu dan merek Mangga dijual Rp 5.900.Kenaikan Rp 700-Rp 1000 juga terhadi di pasar tradisional Madiun. Untuk harga beras jenis IR 64 atau beras medium yang paling dibutuhkan masyarakat mencapai Rp 5.500 ribu per kg. Padahal sebelumnya harga tertinggi adalah Rp 4.800 per kg.Beras jenis Bromo, harganya Rp 5.800 per kg, yang sebelumnya Rp 5.000 per kg. Beras jenis mentik wangi harganya Rp 5.700 per kg dari sebelumnya Rp 5.000 per kg. Sedangkan beras jenis rojelele harganya berkisar antara Rp 6.000 hingga Rp 6.200 per kg, padahal sebelumnya hanya Rp 5.500 per kg.
(gik/qom)











































