Kredit Macet Otomotif Naik
Rabu, 14 Feb 2007 15:42 WIB
Jakarta - Banjir besar yang melanda Jabodetabek awal bulan ini, menyebabkan tunggakan pembayaran kredit nasabah pembiayaan (leasing) melonjak 10 hingga 15 persen."Tentunya tunggakan juga meningkat, dari 100 konsumen, untuk kondisi normal biasanya ada 10 yang menunggak, kini bisa mencapai 12 hingga 15 konsumen," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Susilo Sudjono, ketika dihubungi detikFinance, di Jakarta, Rabu (14/2/2007).Menurut Susilo, kredit macet tersebut akan kembali pulih setelah 2 bulan kedepan, saat daya beli masyarakat mulai meningkat kembali karena telah recovery dari banjir.Produksi kendaraan pun akan kembali normal 2 bulan mendatang setelah mengalami penurunan produksi hingga 20 persen. Dengan demikian sektor pembiayaan pun akan kembali menggeliat. Susilo juga memprediksi untuk keseluruhan tahun 2007 ini sektor pembiayaan otomotif akan tumbuh 10 hingga 20 persen, sejalan dengan peningkatan produksi mobil dan motor nasional."Masyarakat animonya masih besar, dengan kondisi normal kita harapkan ada pertumbuhan minimal 10 sampai 20 persen di pembiayaan," papar Susilo.Meski Bank Indonesia (BI) telah menurunkan tingkat suku bunganya, namun perusahaan pembiayaan belum berniat melakukan penurunan suku bunganya, karena masih menunggu penurunan suku bunga komersil dari perbankan."Sekarang belum. Setiap 1 persen turun bunga untuk motor harga Rp 10 juta, bedanya hanya 50 ribu untuk angsurannya. Dengan suku bunga BI 9,25 persen, bunga kredit untuk mobil bisa 15-17 persen dan motor lebih tinggi 4-5 persen, ada yang sampai 25 persen," beber Susilo.
(hdi/ir)











































