Johor Selatan Contek Batam

Johor Selatan Contek Batam

- detikFinance
Rabu, 14 Feb 2007 17:39 WIB
Kuala Lumpur - Empat puluh tahun lalu, pembangunan di Malaysia masih kalau jauh dibanding Indonesia. Tapi, lima belas tahun terakhir, pembangunan di Malaysia jauh lebih maju ketimbang Indonesia. Saat ini, salah satu wilayah yang akan ditata oleh pemerintah Malaysia adalah Johor Selatan, yang masuk dalam wilayah Negeri Kerajaan Johor. Wilayah yang merupakan perbatasan antara Malaysia dan Singapura ini akan dijadikan sebagai pusat pengembangan bisnis seperti halnya Indonesia membangun kawasan Batam. Di kawasan ini nanti akan dibangun pusat bisnis modern, termasuk pembangunan apartemen-apartemen dan perumahan. Perancangan bisnis di Johor Selatan ini ditangani oleh Khazanah Nasional Berhad, sebuah BUMN investasi pemerintah Malaysia. Tidak lama lagi akan ditunjuk sebuah lembaga, semacam Otoritas Johor Selatan, untuk merealisasikan pembangunan di kawasan ini. "Dalam satu dua hari ini, CEO lembaga ini akan ditetapkan oleh Perdana Menteri," kata Dr Iskandar Ismail, Director Special Projects, Strategy and Investment Research, Khazanah Nasional, Selasa (13/12/2007) dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media-media massa Indonesia. Pertemuan berlangsung di Gedung Telekom Malaysia (TM), kantor Khazanah Nasional. Pertemuan ini difasilitasi oleh Centre for International Dialogue Institute of Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia. Menurut Iskandar, Johor Selatan menjadi salah satu kawasan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ini didasari data bahwa kawasan inilah yang paling dekat dengan Singapura. "Hanya perlu waktu 5 - 10 menit menuju Singapura," ujar dia. Dia berharap akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malaysia, dan terutama warga Singapura. Di Singapura, jurang perbedaan pendapatan antara kelas bawah dan kelas atas sangat tinggi. Karena itu, tidak mungkin pekerja-pekerja Singapura yang berada di kelas menengah ke bawah bisa mendapatkan perumahan yang layak di Singapura. "Data yang saya peroleh, lulusan sarjana yang bekerja di Singapura memiliki gaji sekitar 4.000 Ringgit. Padahal, apartemen-apartemen di Singapura sudah sangat mahal. Karena itu, bila kawasan Johor Selatan dibangun, maka mereka akan tertarik dengan apartemen di Johor Selatan. Untuk ke Singapura, mereka hanya membutuhkan waktu yang tidak lama," kata Iskandar. Hal yang sama juga akan terjadi pada orang-orang Singapura yang sudah berusia tua atau pensiun. Mereka tidak mungkin akan hidup terus di apartemen. "Semakin tambah tua, mereka akan berpikir untuk memiliki tanah dan membangun rumah. Salah satu kawasan menarik bagi mereka adalah Johor Selatan," ujar dia. Karena itu, kata Iskandar, kawasan tanah-tanah di Johor Selatan akan dibuka untuk dijual ke orang orang asing.Harga tanah di Johor Selatan sangat murah bila dibandingkan Singapura. "Tanah di Santosa Island itu berharga 4.000 RM (Ringgit Malaysia) per meter persegi. Sedangkan tanah di Johor hanya 150 RM per meter persegi," ujar dia. Selain perumahan, kawasan ini juga akan menjadi pusat-pusat bisnis lainnya. Untuk membangun Johor Selatan, pemerintah Malaysia merogok kocek sangat tebal mencapai miliaran Ringgit. Untuk merealisasikan pembangunan kawasan ini, Pemerintah Malaysia juga akan mengundang investor-investor lain, termasuk dari Indonesia. (asy/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads