Proyek Sakhalin Gazprom Ancam Gas Indonesia

Proyek Sakhalin Gazprom Ancam Gas Indonesia

- detikFinance
Kamis, 15 Feb 2007 12:20 WIB
London - Proyek Sakhalin-2 milik raksasa migas Rusia, Gazprom akan memberi dampak yang signifikan pada pasar gas Indonesia di Asia. Proyek yang akan dimulai tahun 2008 itu diproyeksi akan semakin mengurangi porsi gas dari Indonesia."Sakhalin akan menjadi alternatif yang serius terhadap masa depan pasokan gas dari Indonesia untuk Jepang dan Korea Selatan," ujar Dr Konstantin Simonov, Direktur Center for Current Politics Rusia dalam konferensi migas di London seperti dikutip dari Dow Jones, Kamis (15/2/2007).Indonesia saat ini menguasai sekitar 43 persen pasar LNG Asia. Namun pemerintah Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan untuk memperbarui kontrak-kontrak ekspor LNG, mengingat kurangnya pasokan untuk domestik.Simonov menambahkan, Jepang dan Korsel juga tengah mempertanyakan kesanggupan Indonesia untuk memenuhi komitmen suplainya dimasa depan sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan domestik dan turunnya cadangan."Semuanya tahu Indonesia saat ini memiliki masalah dengan cadangannya dan tengah berjuang untuk memenuhi semua komitmen suplai," ujar Alex Forbes, konsultan senior Gas Strategies.Simonov memperkirakan Jepang dan Korsel hanya akan menandatangani kontrak jangka pendek selama 5 tahun dengan Indonesia untuk jangka waktu ke depan. Padahal selama ini kontrak-kontrak gas Indonesia dengan Jepang dan Korsel bersifat jangka panjang hingga 25 tahun.Peluang itu bisa dimanfaatkan Gazprom untuk mengisi suplai gas ke Jepang dan Korsel. Pada tahun 2006, Gazprom telah menandatangani kesepakatan dengan Kogas untuk kontra 1,5 juta metrik ton LNG per tahun. Kontrak itu ditambah opsi tambahan suplai 500 ribu ton selama 20 tahun mulai 2008. Kontrak Kogas dengan Indonesia sendiri telah berakhir pada tahun ini. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads