Kemiskinan Reda Jika Pertumbuhan Ekonomi 7%
Kamis, 15 Feb 2007 13:00 WIB
Jakarta - Masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia belum bisa terpecahkan karena pertumbuhan ekonomi yang rendah.Untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran serta menciptakan perekonomian yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi seharusnya bisa mencapai di atas 7 persen.Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad, dalam pidato sambutannya di seminar Meningkatkan Perkreditan UMKM, di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (15/2/2007). "Rendahnya inflasi belum dapat menggerakkan perekonomian yang berkualitas, padahal target inflasi tahun ini cukup rendah yaitu 5,9 persen sampai 6,3 persen," kata Muliaman.Menurut Muliaman stabilitas makro yang cukup baik sekarang ini seperti nilai tukar yang baik dan inflasi yang rendah, belum bisa menjadi bekal yang cukup untuk atasi masalah kemiskinan dan pengangguran.Ditambahkan Muliaman, selain kondisi makro yang kondusif pertumbuhan ekonomi harus ditopang juga oleh investasi yang cukup besar baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Dengan demikian akan menciptakan multiplier effect yang luas baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun menciptakan pondasi ekonomi yang kuat."Saat ini masih dari konsumsi, apalagi konsumsinya barang impor, jadi harusnya investasi meningkat, sehingga efeknya luas dan dirasakan masyarakat karena pondasi yang kuat," tukas Muliaman.
(hdi/ir)











































