Mega Proyek PLN Mundur

Mega Proyek PLN Mundur

- detikFinance
Kamis, 15 Feb 2007 19:16 WIB
Jakarta - Mega proyek 10.000 MW PLN yang dijadwalkan selesai 2009 terpaksa mundur. Hal ini dikarenakan jadwal tanda tangan beberapa kontrak mundur dari 31 Januari menjadi akhir Februari terkait masalah penjaminan pemerintah. Sedangkan pembangunan pembangkit tetap ditargetkan 36 bulan untuk pembangkit 600 MW dan 30 bulan untuk 300 MW. Keterlambatan ini antar lain berlaku untuk pembangkit 600 MW yang semula direncanakan selesai September 2009, mundur-mundur terus menjadi Februari 2010. Sedangkan untuk 300 MW mundur dari Juni 2009 menjadi Agustus 2009. Ketua Tim Harian Percepatan Pembangkit Yogo Pratomo menyatakan hal ini di Kantor PLN Pusat, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (15/02/2007). "Dari rencana tanda tangan kontrak tanggal 31 Januari, mundur 1 bulan. Pembangunannya juga mundur," ujarnya. Pada akhir Februari, yang akan ditandatangani adalah 6 proyek pembangunan pembangkit untuk proyek 10.000 MW. Hal ini karena masih bermasalah mengenai penjaminan pendanaan. Dari enam proyek itu, 5 diantaranya menggunakan penjaminan dari Sinosure, lembaga penjamin dari China. Namun hingga sekarang, para perusahaan pemenang tender di 5 proyek tersebut belum bisa melakukan financial closing karena belum memperoleh penjaminan dari Sinosure. Menurut Yogo, saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan Sinosure tentang penjaminan tersebut agar segera dituntaskan. Kelima proyek tersebut adalah PLTU Suralaya, PLTU Paiton, PLTU Labuan, PLTU Indramayu dan PLTU Tanjung Awar-Awar. Sedangkan PLTU Rembang yang mendapat jaminan dari Zelan, lembaga penjamin Malaysia tidak ada masalah. Menurut Yogo, penandatanganan kontrak akan dilakukan secara bersamaan sehingga akan menunggu masalah dengan Sinosure selesai. "Ini satu paket, kita akan lakukan bersamaan," ujarnya. Terkait PLTU Tanjung Jati Baru, masih mengalami permasalahan pembebasan lahan. Direncanakan akan selesai Maret 2007 dan akan ditender ulang. Sedangkan untuk pembangkit dibawah 65 MW yang berada di luar Jawa akan diupayakan pendanaan berasal dari dalam negeri. Untuk yang diatas 65 MW pendanaan akan banyak dari luar negeri. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads