Simalakama Dirut Jamsostek
Jumat, 16 Feb 2007 10:21 WIB
Jakarta - Kursi Dirut PT Jamsostek (persero) yang kosong sejak 20 Januari 2007 bakal segera terisi. Pemerintah rencananya akan menunjuk dirut baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini.Namun penunjukkan dirut perusahaan pengelola dana pekerja ini bukan perkara mudah. Ibarat buah simalakama. Jika pemerintah menunjuk dirut secara sepihak maka gelombang protes akan kembali muncul. Namun pemerintah juga tidak tak serta merta mengamini calon yang dijagokan karyawan dan dewan komisaris.Di sisi lain, Iwan Pontjowinoto, yang dinonaktifkan oleh komisaris PT Jamsostek tetap punya hak untuk membela diri dalam RUPS ini. Iwan juga tetap optimistis dirinya tidak bersalah sehingga masih berpeluang duduk di kursi dirut lagi.Kalau sudah begini pemegang saham nampaknya harus bekerja keras memilih orang yang paling bisa diterima semua pihak dalam RUPS di Kantor Kementrian BUMN, Jumat (16/2/2007) pukul 19.00 WIB.. Jamsostek yang mengelola dana asuransi pekerja lebih dari Rp 30 triliun ini bagaikan gadis manis yang layak untuk diperebutkan. Nahkoda yang mampu mengelola Jamsostek bakal mendapat kehormatan bisnis.Namun mengelola Jamosestek juga harus kuat iman karena unsur politis di perusahaan-perusahaan BUMN tidak pernah lepas. Mulai dari tudingan dijadikan mesin kasir sebuah partai atau sekedar mengamankan 'orang orang kuat' yang pernah terlibat memakai dana Jamsostek.Kisruh manajemen Jamsostek juga telah menyedot perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pemegang saham dengan restu RI 1 tentu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dalam menunjuk dirut baru ini.Sejumlah nama calon dirut yang beredar adalah tiga Komisaris Jamsostek yakni Syukur Sarto, Didin Damanhuri, dan Suparwanto. Selain itu juga ada nama ada nama-nama yang dikaitkan dengan Menneg BUMN Sugiharto, seperti Timoer Soetanto, Hary Priyanto, Hotbonar Sinaga, Junino Yahya, Imbang J Mangkuto (MPM), Indraswari, Kartakusuma (staf pengajar UI), Julian Nasution dan Prasetio Suranto Soemarsono.Lalu siapa pemenangnya ?
(ir/qom)











































