Produksi Bopeng Picu Impor
Jumat, 16 Feb 2007 14:24 WIB
Jakarta - Impor beras tahun 2007 ini disebabkan oleh tidak meratanya produksi beras. Selain itu juga diperparah dengan tidak adanya komitmen bersama untuk meningkatkan produksi beras."Sebenarnya dua tahun ini kita sudah swasembada karena mengalami surplus di beberapa provinsi. Namun terjadi produksi yang tidak merata. Ini yang menyebabkan kegoncangan," kata Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso dalam diskusi bertajuk "Dilema Impor Beras" di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (16/2/2007).Jalan keluar lain agar tidak impor adalah dengan adanya komitmen bersama untuk menaikan produksi beras antara pemerintah, petani dan konsumen. Dengan adanya komitmen bersama, kebutuhan beras penduduk Indonesia sebesar 2,6 juta ton per bulan akan terpenuhi. Untuk tahun 2007, Deptan memiliki anggaran Rp 8 triliun untuk meningkatkan produksi beras dari Rp 4,6 juta ton per hektar menjadi juta ton per hektar. Anggaran tersebut cukup untuk merealisasikan rencana Deptan. Rencana-rencana itu antara lain:1. Memberi bantuan benih bermutu mulai Maret-September 2007.2. Mendorong petani untuk menggunakan pupuk berimbang dan diarahkan tidak memakai urea, tapi pupuk NPK dan organik3. Memperbaiki jaringan irigasi da infrastruktur pertanian dengan anggaran Rp 1 triliunSementara anggota Komisi VI DPR RI Zulkifli Hasan berpendapat, fungsi Bulog sebenarnya sudah cukup baik, tapi cuma prosedur dan kebijakannya yang harus diperbaiki. Selain itu, banyak petani yang tidak mau bertahan karena pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan mereka. "Padi mereka dihargai murah, sedangkan pupuknya mahal. Kalau sudah begini, mana ada petani yang mau bertahan," ujarnya.
(qom/ir)











































