BPS: Kenaikan Harga Beras Tidak Wajar
Jumat, 16 Feb 2007 17:10 WIB
Jakarta - Kenaikan harga beras selama bulan Februari sudah tidak wajar dan terus menggila jika dibandingkan dengan bulan Januari.Selama 2 minggu pertama bulan Februari kenaikan harga beras sudah mencapai 6,4 persen.Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers dikantornya, Jl Dr Sutomo, Jakarta, Jumat (16/2/2007)."Itu rata-rata selama 2 minggu Februari, hitung-hitungannya sederhana, beras itu bobotnya terhadap inflasi 6 persen maka beras akan menyumbang sekitar 0,4 persen dalam inflasi," ujarnya.Program diversifikasi pangan malah berbalik bukannya menurun, konsumsi masyarakat terhadap beras malah meningkat. Ketergantungan masyarakat kepada beras semakin tinggi.Konsumsi beras berdasarkan hitungan BPS sudah mencapai 130 kilogram (kg) per kapita per tahunnya. Hampir 2 kali lipat lebih dari konsumsi beras masyarakat Jepang yang mencapai 60 kg per kapita per tahunnya."Kita memang sangat rentan terhadap beras. Kalau di dunia itu kita memang pemakan beras," seloroh Rusman.Kenaikan beras diprediksi sebagai penyumbang terbesar inflasi bulan Februari. Pemerintah perlu all out menstabilkan harga beras mengingat sekarang harga beras sudah di luar jangkauan semua pihak baik itu petani sebagai produsen maupun konsumen."Saya mengatakan ini naiknya tidak wajar, kenaikannya terlau tinggi, ini menyusahkan semua orang," ujarnya.
(ddn/ir)











































