Produksi Pupuk Kujang Belum Maksimal
Sabtu, 17 Feb 2007 10:42 WIB
Cikampek, -
Dua pabrik yang dimiliki PT pupuk Kujang saat ini baru menghasilkan pupuk urea sebanyak 2.750 ton per hari atau 80 persen dari kapasitasnya.Hal ini terjadi karena masih sedikitnya pasokan gas dari Pertamina dibanding kapasitas pabrik yang tersedia.Maksimalnya, pabrik 1-A dan pabrik baru 1-B milik PT Pupuk Kujang bisa memproduksi pupuk urea 1.140.000 ton per tahun.Hal tersebut disampaikan Dirut PT Pupuk Kujang Aas Asikin Idat saat memberikan sambutan di acara temu dialog Wapres Jusuf Kalla dengan petani, penyuluh di Kawasan Industri Kujang, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (17/2/2007).Meski hasil produksi belum maksimal, Pupuk Kujang masih ada surplus hasil produksi, karena kebutuhan pupuk urea di Jawa Barat hanya 700.000 ton per tahun"Kami akan tetap berupaya mendistribusikan sebagian besar hasil distribusi untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea bagi petani di seluruh Provinsi Jawa Barat," katanya.Bahkan jika ditugaskan pemerintah, Pupuk Kujang siap mendistribusikan hasil produksi ke provinsi lain seperti Banten, Jawa Tengah. "Daerah itu sangat fanatik dengan produk urea Pupuk Kujang yang kebutuhannya mencapai sekitar 150.000 ton," ujarnya.Saat ini stok pupuk urea Pupuk Kujang sekitar 150.000 ton tersebar di area pabrik dan gudang-gudang kabupaten serta gudang distributor di kecamatan-kecamatan."Tingginya tingkat stok dikarenakan bertambahynya kapasitas produksi, dan juga karena adanya pergeseran musim tanam yang menyebabkan mundurnya permintaan pupuk," jelasnya.Dalam kesempatan temu wicara ini hadir juga Menperin Fahmi Idris, Mentan Anton Apriantono, Menkeu Sri Mulyani, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Mendag Mari E Pangestu, Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo, dan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan.
(ddn/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































