Kalla: Impor Beras Terus Tidak Apa-apa

Kalla: Impor Beras Terus Tidak Apa-apa

- detikFinance
Sabtu, 17 Feb 2007 13:58 WIB
Cikampek, - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai impor beras yang hampir tiap tahun dilakukan Indonesia tidak masalah. Perubahan fungsi sawah menjadi pabrik atau perumahan juga dinilai tidak apa-apa.Selama ini Indonesia memang belum bisa maksimal memproduksi beras sehingga satu-satunya jalan memang harus melakukan impor.Hal tersebut disampaikan Kalla dalam acara dialog dengan petani, penyuluh dan pejabat pemda se-Jabar, di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (17/2/2007).Menurut Kalla setiap tahun penduduk Indonesia bertambah 1,5 persen, sementara setiap tahun juga lahan sawah yang diubah menjadi industri dan rumah sebanyak 100 ribu hektar."100 ribu hektar itu sama dengan 1,5 persen produksi padi. Itu artinya 3 persen produksi harus dinaikkan. Kalau produksi gabah 54 juta ton, maka harus ditingkatkan 1,5-1,6 juta ton, kalau untuk berasnya berarti naik 500-600 ribu ton baru bisa stabil," papar Kalla. Karena tidak bisa memenui produksi yang lebih tinggi untuk sementara diisi impor beras dari luar negeri."Selama ini kenaikan itu diisi dari impor. Impor terus tidak apa-apa, diubah jadi pabrik gak apa apa. Sawah kan mempekerjakan 1 orang untuk 1 hektarnya, sementara 1 pabrik bisa 1.000 orang bekerja," tutur Kalla.Kebijakan yang akan diambil pemerintah kedepan yakni perbaikan infrastruktur sektor pertanian.Wapres mengaku pasca krisis ekonomi, pembangunan infrastruktur pertanian memang agak terhambat dibanding penyelesaian masalah lain, seperti utang.Infrastruktur pertanian seperti bendungan, pengairan, dan pintu air harus jadi program nasional yang harus diselesaikan. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads