Kisruh Beras, Ketahanan Pangan Negara Gagal
Sabtu, 17 Feb 2007 15:27 WIB
Jakarta -
Tingginya harga beras akibat minimnya stok telah membuat kedaulatan pangan Indonesia terganggu.Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI-P Hasto menilai pemerintah telah gagal melakukan ketahanan pangan negara."Ini secara politik peyelenggaraan negara sudah dikalahkan kepentingan bisnis karena pejabat-pejabatnya juga pebisnis," kata Hasto dalam acara diskusi 'Gonjang ganjing perberasan nasional' di Time Break Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (17/2/2007).Pemerintah dinilai tidak belajar dari pengalaman dua tahun terakhir bahkan kondisi saat ini lebih parah akibat kesalahan sistem pemerintah dalam ketahanan pangan.Hasto juga meminta pemerintah jujur kepada publik tentang jumlah stok beras yang tersimpan untuk menghindari aksi para spekulan.Sementara anggota Komisi IV DPR, Nur Hadi meminta pemerintah menaikkan anggaran pertanian."Subsidi yang Rp 15 triliun harus ditingkatkan. Subsidi minyak saja Rp 61 triliun dan listrik Rp 31 triliun. Kalau bisa diseimbangkan. Kalau anggaran ditingkatkan akan banyak membantu," kata Nur Hadi.Nur Hadi juga meminta agar target program swasembada pangan harus jelas. "Kalau enggak nanti semua impor. Kacang impor, kedelai impor, susu impor jangan jangan nanti anggota DPR juga impor," seloroh Nur Hadi.Staf Ahli Menteri Pertanian Hamdi Irawan, mengatakan defisit beras dalam empat bulan terakhir mencapai 1,9 juta ton yang menyebabkan pemerintah mengimpor beras.
(ir/ard)










































