Merpati Bisa Bebas Pailit 2008

Merpati Bisa Bebas Pailit 2008

- detikFinance
Senin, 19 Feb 2007 12:44 WIB
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) tahun ini akan memulai program penyelamatan usaha dengan suntikan dana pemerintah Rp 450 miliar.Dengan program penyelamatan yang dilakukan sepanjang 2007, perusahaan BUMN ini tidak lagi khawatir bakal ada ancaman pailit dari vendornya. Sebelumnya para vendor mengancam akan mengajukan pailit jika utangnya tidak dibayar. MNA memaparkan program penyelematan usaha dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR, mengenai kinerja 2006 dan bussiness plan rescue di 2007, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2007).Direktur Operasional Harry Pardjaman mengatakan, tahun ini MNA fokus pada rencana kerja dengan masuknya penyertaan modal pemerintah sebesar Rp 450 miliar.Program yang dilakukan adalah, pertama, revitalisasi bisnis dan armada yang fokus pada low cost concept. Antara lain pengadaan pesawat Boeing 737-300/400 dan mantainance produk yang semuanya membutuhkan dana Rp 150 miliar.Kedua, restrukturisasi utang yang bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan. Antara lain dilakukan dengan rescheduling dan penyelesaian utang vendor sebesar Rp 150 miliar serta utang kepada bank sebesar Rp 30 miliar. Selain itu, konversi utang MNA kepada pemerintah atau BUMN menjadi modal. Total biaya penyelesaian restrukturisasi utang membutuhkan dana Rp 180 miliar.Ketiga, peningkatan produktivitas dengan memperbaiki rasio produksi sebanyak dua kali baik dari segi pesawat dan karyawan dengan dana yang dibutuhkan Rp 120 miliar. Sehingga total dana untuk ketiga program tersebut mencapai Rp 450 miliar.Menurut Harry, pelaksanaan rescue Merpati dengan dana PNM Rp 450 miliar harus dilaksanakan dengan segera di awal 2007, agar peluang keberhasilannya tinggi dan membuat Merpati sehat dan mampu bersaing."Kalau 2007 program selesai dilakukan maka tahun 2008 kita bebas ancaman pailit," kata Harry. Dengan dana PNM yang bersumber dari APBNP 2006 maka valuasi perusahaan Merpati di 2008 setelah program rescue selesai akan menjadi di atas Rp 1 triliun. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads