Garuda Sulit Untung di 2007

Garuda Sulit Untung di 2007

- detikFinance
Senin, 19 Feb 2007 15:31 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) belum bisa menjanjikan perolehan laba dalam 1-2 tahun ini. Tingginya beban utang membuat perusahaan sulit menggapai untung.Demikian diungkapkan Dirut Garuda, Emirsyah Satar dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR mengenai kinerja 2006 dan buisness plan 2007, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2007).Emir menjelaskan, jumlah utang Garuda per 31 Desember 2006 sebesar US$ 748,055 juta. "Sebesar US$ 470 juta adalah utang pembelian pesawat A-330," ujarnya.Menurut Emir jika utang Garuda telah terselesaikan, perseroan bisa menjadi perusahaan yang sehat. Pesawat yang sudah dibeli itu lanjut Emir, tidak bisa dikembalikan karena adanya perbedaan harga jika pesawat tersebut dijual ke pasar dengan jumlah utang pesawatnya. "Jadi kita tetap saja masih berutang," cetusnya.Emir menambahkan, Garuda sedang membicarakan masalah share of payment pelunasan utang itu dengan pemerintah. Sampai sejauh ini pemerintah menolak memberikan jaminan utang pembelian A-330. "Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan," ujarnya.Garuda juga sedang bernegosiasi dengan kreditor mengenai penyelesaian utang perseroan. "Jika utang ini tidak selesai tahun ini akan sulit untuk Garuda ke depannya," tutur Emir. Emir juga menegaskan, meski masih mempunyai utang Garuda bisa terus melakukan efisiensi dengan segala daya upaya."Seperti cost per unit sudah turun hampir 5 persen di luar biaya bahan bakar, dan pemakaian bahan bakar pun sudah kita efisienkan," tandasnya."Untuk penambahan modal dengan adanya penyertaan modal negra (PMN) Rp 1 triliun kita harapkan permodalam akan semakin baik," lanjut Emir.Pihaknya juga mengharapkan tahun ini segera diselesaikan masalah strategic partner sehingga permodalan makin bertambah.Untuk pembayaran asuransi juga mengalami penurunan atau efisiensi sebesar 24 persen dari US$ 14 juta yang telah dibayarkan terdahulu."Ini menunjukkan perusahaan asuransi cukup safety," katanya.Kinerja Garuda tahun 2006 mencatat rugi sebesar Rp 191,9 miliar dibanding tahun 2005 yang rugi Rp 688,5 miliar.Pendapatan operasi tahun 2006 mencapai Rp 12,29 triliun, turun 3 persen dari 2005 yang sebesar Rp 12,65 triliun.Rugi usaha tahun 2006 sebesar Rp 362,1 miliar meningkat 46 persen dibanding rugi usaha tahun 2005 sebesar Rp 668,1 miliar.Sedangkan rata-rata cash inflow per bulan tahun 2006 adalah sebesar US$ 89 juta atau 13 persen di atas rata-rata tahun 2005 dan 2004. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads