Biaya Membengkak, Pertamina Tunda Kilang Baru

Biaya Membengkak, Pertamina Tunda Kilang Baru

- detikFinance
Senin, 19 Feb 2007 15:37 WIB
Jakarta - Gara-gara biaya pembangunannya melonjak hingga dua kali lipat, Pertamina menunda rencananya membangun kilang baru. Nasib serupa dialami oleh perusahaan migas dari negara lain. "Yang kita estimasi setahun lalu naiknya bisa 50% lebih bahkan 2 kali lipat," ujar Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno usai konfrensi pers tentang tim pengawas BBM di kantor BPH Migas, Jl. Kapten Tendean, Jakarta, Seniin (19/2/2007).Ari mengungkapkan, harga-harga bahan konstruksi dan biaya pembangunan kilang saat ini sedang tinggi. Tidak ada satupun kontraktor yang berani menawarkan harga lebih rendah. Beberapa negara seperti Arab Saudi pun menangguhkan program pembangunan kilangnya sementara ini. "Mereka kaget melihat tawaran terakhir yang segitu tingginya," ungkapnya.Untuk saat ini, Pertamina akan tetap mengkaji pengembangan kilang yang ada agar bisa bersaing dengan kilang-kilang sejenis yang ada di tingkat regional. Misalnya saja pengembangan kilang di Tuban, yang semula ditargetkan memiliki kapasitas 250 ribu barel per hari. Namun karena kendala mahalnya pembangunan, Pertamina akhirnya konsentrasi ke pengembangan kilang di Cilacap, Balikpapan dan Balongan. Sedangkan kerjasama anak perusahaan Pertamina, Elnusa dengan National Iran Oil Company (NIOC) yang berencana membangun kilang baru masih jalan terus. Ari menegaskan, semua masalah kerjasama itu sangat tergantung harga keekonomian. "Tergantung dari bankability-nya, bisa mencari pendanaan atau tidak," ujarnya. Kondisi serupa juga terjadi pada Sinopec. Studi pengembangan kilang masih berjalan dan belum ada keputusan. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads