Banjir Turunkan Pertumbuhan Ekonomi Jabodetabek
Senin, 19 Feb 2007 16:33 WIB
Jakarta - Banjir di wilayah Jabodetabek pada awal Februari lalu berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi wilayah atau produk domestik regional bruto (PDRB) di Bogor, Depok dan Bekasi sebesar 1,33 persen serta daerah Tangerang 2,62 persen.Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam penjelasan Bappenas tentang hasil penilaian kerusakan dan kerugian pascabanjir Jabodetabek 2007 di kantornya, Jalan Taman Surapati Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2007). Sementara, untuk wilayah DKI Jakarta diperkirkan tidak mengalami penurunan yang signifikan karena kontribusi terbesar terhadap PDRB DKI Jakarta adalah sektor keuangan dan jasa. Namun, banjir kali ini juga berpotensi menurunkan pertumbuhan PDRB DKI sebesar 0,59 persen pada sektor industri dan perdagangan. Dijelaskan Paskah, jika banjir di wilayah Jabodetabek tidak berkepanjangan maka diperkirakan tidak akan ada dampak signifikan terhadap perekonomian nasional."Mengingat nilai kerusakan dan kerugian secara keseluruhan sebesar Rp 8,8 triliun, itu hanya memberikan kontribusi (penurunan) sebesar 0,46 persen terhadap PDRB," ujarnya.Paskah menambahkan, cepatnya masa pemulihan akan memperkecil dampak kerugian terhadap dampak perekonomian nasional.
(ard/ir)











































