Harga Minyak di Bawah US$ 59
Selasa, 20 Feb 2007 10:34 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia turun dibawah US$ 59 per barel akibat perkiraan cuaca di Amerika Serikat yang akan menghangat. Perkiraan tersebut memangkas konsumsi minyak di AS yang merupakan pengguna terbesar minyak untuk bahan bakar pemanas.Seperti di kutip dari BBCNews, pada perdagangan Senin (19/2/2007) harga komoditas minyak di New York turun 73 sen ke level US$ 58,66 per barel. Demikian juga harga komoditas minyak di London yang menjadi US$ 58,33 per barel atau turun 57 sen.Analis mengatakan kemungkinan OPEC akan menurunkan produksinya untuk kembali mendongkrak harga minyak. Rencananya OPEC akan mengadakan pertemuan pada pertengahan Maret 2007 mendatang untuk menentukan produksi minyaknya tiga bulan kedepan.Analis juga meyatakan isu politik global seperti penculikan tiga pekerja pertambangan minyak di Nigeria Minggu lalu yang merupakan bagian dari serangkaian penculikan warga asing di negara itu akan berpengaruh terhadap harga minyak. Kekerasan yang terjadi di Nigeria menurunkan produksi minyak sampai 20 persen dibanding tahun lalu.Menurut analis kondisi tersebut bisa semakin memburuk sampai pemilu Nigeria bulan April mendatang.
(ard/ir)











































