Pasokan dari RI Turun, Suplai Timah Dunia Terganggu
Selasa, 20 Feb 2007 11:36 WIB
Jakarta - Suplai komoditas timah dunia diperkirakan turun sebanyak 30 ribu ton tahun 2007. Permintaan timah dunia yang meningkat dan tidak diimbangi suplai yang memadai juga akan memicu kenaikan harga di triwulan kedua 2007.Menurut laporan forecast CRU Group dan International Tin Research Institute (ITRI) salah satu penyebab turunnya suplai tahun ini adalah perkiraan anjloknya produksi timah di Indonesia tahun ini sekitar 30 persen menjadi 90 ribu ton. Dari 90 ribu ton itu, 50 ribu berasal dari PT Timah, 15 ribu ton dari PT Koba Tin dan sisanya dari pabrik peleburan independen. Produksi Koba Tin terhenti sejak akhir tahun lalu karena perusahaan ini sedang menghadapi kasus hukum tuduhan menampung timah ilegal di daerah Bangka Belitung."Jika tidak ada kemajuan berarti untuk meningkatkan suplai dari Indonesia segera ada banyak kemungkinan harga timah akan meningkat di triwulan kedua dan seterusnya," kata Manager for Statistics and Market Studies ITRI Peter Kettle dikutip dari tintechnology.com, Selasa (20/2/2007).Laporan tersebut memperkirakan total porduksi timah dunia tahun 2007 mencapai 337 ribu ton, lebih rendah 4,2 persen dibanding produksi tahun 2006 sebanyak 351,9 ribu ton. Pelepasan cadangan timah Amerika diperkirakan mencapai 10 ribu ton atau lebih tinggi 7 ribu ton dibanding tahun 2006. Sementara total konsumsi diprediksi mencapai 377,7 ribu ton atau tumbuh 3,9 persen dibanding konsumsi dunia tahun 2006 sebesar 363,7 ribu ton.Kedepannya, diperkirakan penurunan produksi di Indonesia akan diimbangi peningkatan produksi timah di negara lain. Pertumbuhan permintaan timah dunia juga diperkirakan mulai melambat.Bulan Januari 2007 lalu harga timah di Bursa Metal London (LME) mencapai hampir US$ 13 ribu per ton.
(ard/ir)











































