Lumpur Lapindo Bakal Terus Mengalir Sampai 31 Tahun
Selasa, 20 Feb 2007 12:28 WIB
Jakarta - Lumpur Lapindo diperkirakan terus mengalir sampai 31 tahun mendatang. Sampai detik ini, tidak ada teknologi yang mampu menghentikan luapan lumpur yang menyengsarakan itu. Satu-satunya penanganan yang bisa dilakukan hanyalah membuang lumpur agar tidak membanjiri kawasan sekitarnya.Hal tersebut disampaikan James J Mori, Professor Disaster Presentation Research Institute Kyoto University dan Kepala BPPT Said D Jenio dalam konferensi pers tentang penyebab luapan lumpur Lapindo di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (20/2/2007)."Sangat sulit untuk menghentikannya, Tidak ada teknologi yang mampu hingga sekarang kecuali kalau ada beberapa orang pintar Indonesia yang punya ide brilian," ujar Mori."Seperti halnya gunung meletus, bagaimana kita menghentikannya," tambah Said.Menurutnya, lumpur yang merupakan bagian dari fenomena alam menyembur karena dipicu oleh pengeboran. Dan yang harus dilakukan adalah memikirkan bagaimana cara membuang lumpur tersebut. Volume semburan lumpur yang meningkat dari semula 5.000 kubik per hari menjadi 156.000 kubik per hari mengakibatkan beberapa daerah mengalami penurunan permukaan tanah hingga 15 cm. Hal ini karena keluarnya lumpur dari dalam tanah mengakibatkan kekosongan di lapisan tertentu. Daerah yang mengalami penurunan tanah berada dalam radius 2 km dari pusat semburan. Baik Said maupun Mori memperkirakan semburan akan berlangsung hingga 31 tahun mendatang. Biasanya semburan lumpur yang sudah pernah terjadi bisa berhenti dalam 10 tahun. Namun keduanya menilai, lumpur Lapindo lebih besar dari itu sehingga akan lebih lama.
(qom/ir)











































