Bentrok LSM-Satpam Sertai Pidato Pascal Lamy
Rabu, 21 Feb 2007 11:32 WIB
Jakarta - Bentrokan antara anggota LSM dan pihak keamanan Borobudur terjadi sesaat setelah Dirjen World Trade Organisation (WTO) Pascal Lamy memberikan pidatonya.Lamy yang tengah memberikan pidato dalam workshop sehari dengan tema "National Workshop on The Progress of Doha Development Agenda and TRIPs Agreemet" di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (21/2/2007).Narasumber lain yang hadir adalah Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan Menlu Hassan Wirajuda. Saat Lamy berpidato, empat anggota LSM gabungan Koalisi Pemantau WTO membentangkan spanduk di depan ruang Flores, Hotel Borobudur yang merupakan tempat berlangsungnya acara. Mereka membentangkan spanduk putih sepanjang 4 meter bertuliskan SP/SSM = Stop Preacing/Save Southern Market.Tidak lama kemudian, pihak keamanan hotal datang dan menggiring para pendemo itu karena dianggap mengganggu acara. Namun keempat orang itu menolak dibawa keluar dengan alasan mengantongi undangan dan memiliki ID Card. Aksi dorong mendorong pun tak terelakkan. Sempat pula terjadi adu mulut. Pihak keamanan bersikukuh aksi demo tidak diperkenankan digelar di dalam hotel.Aksi tarik menarik yang berlangsung sekitar 5 menit akhirnya terhenti setelah seorang anggota LSM dibawa pihak keamanan hotel.Salah satu anggota LSM yang ikut berdemo, Amalia Pulungan mengatakan, aksi yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk protes yang ditujukan atas kedatangan Pascal Lamy. Ia meminta Lamy agar tidak menekan negara berkembang untuk membuka pasar pertanian seperti produk pertanian."Jadi kalau pasar pertanian dibuka, tentu mengganggu dan mengguncang pasar Indonesia. Kita lihat sekarang beras impor sudah mulai masuk dan kita belum tahu produk apa lagi yang masuk," ujarnya.Ia juga mengatakan, di luar Hotel Borobudur juga tengah berlangsung demonstrasi dan akan disusul para petani untuk menolak WTO.
(qom/ddn)











































