Ditanya Harga Biji Jarak, SBY Bingung

Ditanya Harga Biji Jarak, SBY Bingung

- detikFinance
Rabu, 21 Feb 2007 17:33 WIB
Grobogan - Dalam peresmian Desa Mandiri Energi di Grobogan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri berdialog dengan petani jarak pagar. Ketika diminta menaikkan harga biji jarak, SBY tak bisa menjawab."Meski presiden saya tidak bisa menentukan harga, Bu. Jadi siapa yang mau jawab ini," kata SBY sambil melihat-lihat rombongannya yang duduk di kursi kehormatan di Desa Tanjung Harjo, Kecamatan Ngaringan, Kab. Grobogan, Rabu (21/2/2007).Beberapa saat kemudian, Dirut PT RNI Rama Prihandana mengambil alih. Menurut dia, petani bisa menjual biji jarak secara mandiri dengan harga Rp 700 per kilogram. Jika biji jarak disetor ke PT RNI, dengan pola kemitraan, harganya bisa naik menjadi Rp 1.100 per kilogram.Mendengar penjelasan itu, SBY manggut-manggut. "Jadi begitu, Bu. Ada dua pola penjualan yang bisa dilakukan. Dengan pola kemitraan, harga biji jarak petani bisa lebih baik," katanya.Petani bernama Tri Dewi Ekawati itu terlihat puas. Sebelumnya, ia mengeluhkan harga biji jarak yang masih rendah, karena itu ia meminta SBY ikut memasarkan agar harganya bisa menguntungkan petani.Petani lain, Sri Utami menyatakan hal serupa. Meski petani berhasil memroduksi biji jarak, mereka masih bingung memasarkannya.SBY lalu bertanya pada Menteri ESDM, Dirut Pertamina, dan Dirut PT RNI. "Bagaimana, apa siap menerima biji jarak petani?" tanya SBY. Ketiga menteri itupun lantas mengiyakan.Dialog yang dipandu Menteri ESDM itu memang sangat spontan. Empat penanya terlihat sangat polos mengungkapkan tanggapan maupun keinginannya. Alhasil, ratusan peserta peresmian Desa Mandiri Energi itu langsung ger-geran.Dalam kunjungannya ke Grobogan, SBY didampingi istri Ani Yudhoyono, Menko Perekonomian Boediono, dan sejumlah menteri, serta dua jubir, Andi Mallarangeng dan Dini Pati Jalal. (try/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads