Kontrak Rio Tinto Senilai US$ 1,25 Miliar Diteken Maret
Kamis, 22 Feb 2007 17:46 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya memberikan hak bagi Rio Tinto untuk pengembangan Ferronikel di provinsi Sulawesi. Rencananya, kontrak baru untuk perusahaan asal Australia itu akan diteken pada pertengahan Maret.Nantinya, Rio Tinto mendapat eksplorasi, eksploitasi dan pemurnian selama 20-25 tahun dengan nilai investasi US$ 1,25 miliar atau sekitar Rp 10 triliun. Hal tersebut disampaikan Kepala BKPM M. Lutfi usai rapat Hulu Migas yang dipimpim Wapres di Istana Wapres Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2007). "Lokasinya di dekat Pomala, Sulawesi Tenggara," ujar Lutfi.Kontrak tersebut merupakan yang terakhir yang diteken dengan menggunakan UU lama yakni UU no 11 tahun 1967 tentang pertambangan. Semula, anggota DPR menginginkan kontrak Rio Tinto diteken setelah RUU Minerba disahkan.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan, semua persyaratan seperti fiskal dan kehutanan sudah diselesaikan oleh Rio Tinto. "Negosiasi masalah fiskal dan kehutanan, ada pengarahan dari Wapres. Ada solusi dan sudah selesai. Tinggal tanda tangan kontraknya," ungkap Purnomo.Ditambahkan Purnomo, dengan perpanjangan kontrak itu, maka dapat membuka peluang kerja, mengurangi kemiskinan dan mendorong sektor riil. Juru bicara Rio Tinto Budi Irianto saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku belum bisa berbicara banyak. "Kita tunggu saja dari pemerintah," ujar Budi.
(nik/qom)











































