Garuda akan 'Tembus' India

Garuda akan 'Tembus' India

- detikFinance
Kamis, 22 Feb 2007 17:46 WIB
Jakarta - Maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia Airlines (GIA) akan menambah trayek internasional. Salah satunya ke negerinya Mahatma Gandhi, India."Baru akan dilaksanakan pada kuartal ketiga tahun 2007," ujar Dirut Garuda Emirsyah Satar di sela peresmian kantor baru PT Lufthansa Systems Indonesia (LSI) di Ratu Plaza Office Tower, Jakarta (22/2/2007).Untuk penambahan trayek ke Eropa, Emir mengatakan masih belum bisa dilaksanakan pada tahun ini karena sulitnya perizinan trayek ke Eropa.Dalam rangka meningkatkan kepuasan penumpang dan keperluan penerbangan, Garuda terus berusaha untuk mengembangkan sistem teknologi informasi (information technology/IT)."LSI merupakan joint venture antara Garuda dengan Lufthansa Systems AG sebagai sebuah perusahaan penyedia Jasa IT untuk penerbangan, tujuan kami adalah peningkatan fasilitas untuk penumpang melalui peningkatan IT," ujar Emir. Menurut Emir tujuan LSI ini adalah untuk mengembangkan IT khususnya untuk komersial. "Jadi pelayanan kepada penumpang dapat makin cepat dan juga dengan investasi yang seminimal mungkin," tambahnya.Emir melanjutkan bahwa peningkatan ini menunjukkan efisiensi di tubuh Garuda sendiri untuk cost per unitnya. "Efisiensi cost per unit Garuda saat ini turun hingga 5 persen di luar harga fuel, dan komponen yang paling berpengaruh adalah IT" ujarnya.Selain itu menurut Emir, dengan dibukanya kantor baru tersebut diharapkan akan mengembangkan sistem IT untuk perusahaan penerbangan lainnya di Indonesia dan khususnya untuk penerbangan regional."Selain itu hal ini dapat memberikan keuntungan bagi Garuda sendiri dalam memodernisasi sistem IT yang membuat Garuda dapat memenuhi pasar penerbangan yang saat ini sangat kompetitif," imbuhnya.Sementara itu Chairman of the Executive Board dan juga CEO Lufthansa Systems AG Wolfgang F.W. Gohde dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa LSI ini nantinya diharapkan dapat menjadi market leader dalam membantu pengembangan sistem IT penerbangan di Indonesia. "Dengan kantor baru ini diharapkan LSI dapat lebih mudah menemui pelanggannya dan meningkatkan layanannya menjadi lebih maksimal," ujarnya.Dia juga menambahkan bahwa dengan sistem IT yang baik perusahaan penerbangan akan mempunyai kemampuan untuk menangani pertambahan penumpang, dengan lalu lintas udara yang padat namun aman dan pengurangan biaya yang sangat dibutuhkan. Ketika ditanya apakah Lufthansa nantinya berminat sebagai strategic partner dalam privatisasi yang akan dilakukan oleh Garuda, Gohde enggan menjawab. "Tugas saya di sini adalah sebagai CEO Lufthansa Systems AG yang menangani sistem IT penerbangan," ujarnya. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads