Jamsostek Siap Dapat Saingan
Kamis, 22 Feb 2007 19:44 WIB
Jakarta - Tak bisa dipungkiri, Jamsostek kini menjadi pemain tunggal untuk jaminan sosial. Namun Jamsostek yang baru saja dipimpin manajemen baru, mengaku siap mendapat saingan dari kalangan swasta."Siaplah, karena kita memanfaatkan keunggulan kita yaitu dari sudut sistem kita unggul dan juga kemampuan karyawan. Jadi jika bicara mengenai efisiensi dan investasi, kami memang lebih baik, demikian juga dengan kecukupan modal yang kita punya," urai Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga. Ia menyampaikan hal itu usai konferensi pers setelah serah terima jabatan di kantor Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/2/2007).Monopoli Jamsostek tersebut, menurut Hotbonar, didasarkan pada ketentuan UU. Dengan demikian, jika swasta diperbolehkan masuk ke pasar ini, maka UU-nya harus diubah."Selain itu juga, pertimbangannya adalah jika ternyata perusahaan swasta yang berperan sebagai penjamin sosial tenaga kerja tersebut bangkrut, maka tidak ada yang bisa bertanggung jawab, sementara kalau Jamsostek itu kan dijamin oleh pemerintah jadi aman," katanya.Untuk kebijakan investasi kedepan, Hotbonar berjanji akan memperhatikan keamanan, kehati-hatian dan penyimpangan. "Karena itu tidak hanya 1 direktur yang mengurusi masalah investasi ini, sehingga kemungkinan adanya kolusi diperkecil dan itulah kebijakan investasi kita. Nantinya direktorat yang mengurusi investasi akan dipisah, sehingga dapat terjadi check and balances untuk menekan penyimpangan," ungkap Hotbonar yang mengaku implementasinya bakal sulit.Mengenai arah investasi, Hotbonar menjelaskan, Jamsostek masih akan menempatkan 50 persen investasinya ke deposito."Tapi kami akan mempertimbangkan untuk memperluas instrumen investasi kami karena bunga deposito kecil, apalagi ada ORI dan Sukuk yang suku bunganya cukup bagus serta dijamin oleh pemerintah," jelasnya.Hotbonar juga menjanjikan perbaikan citra dan pelayanan Jamsostek. "Kita akan menjadi contoh, bukan berarti mengurusi uang karyawan kita menjadi sombong, kita harus tetap rendah hati, terutama dari sikap kita," janjinya. Produk-produk Jamsostek juga akan ditambah misalnya untuk rusun, rumah sewa, koperasi konsumsi dan sebagainya. "Dengan semua ini mereka akan masyarakat akan melihat bahwa uangnya aman dan dikelola dengan baik oleh Jamsostek dan kita memerlukan bantuan dari media untuk hal ini," ujarnya.Hotbonar mengakui, cukup sulit untuk menghindari intervensi dari pihak luar. Namun ia berjanji akan tegas menghadapi berbagai intervensi."Tapi jika masalahnya berkaitan dengan politik, maka saya tidak bisa tegas karena posisi tawar menawar saya juga harus diperhitungkan. Kita tahu bahwa dana Jamsostek adalah dana milik pegawai yang bergaji kecil, jadi harus benar-benar dikelola dengan baik," tegasnya.
(qom/ddn)











































