Harga Minyak Tembus US$ 60
Jumat, 23 Feb 2007 09:42 WIB
New York - Setelah sempat turun di bawah US$ 60 per barel sejak Januari 2007, harga minyak dunia kembali menembus US$ 60 per barel.Kenaikan harga minyak kali ini selain dipicu turunnya persediaan minyak di AS, juga disebebkan adanya laporan dari PBB yang menyebutkan bahwa Iran menolak untuk menghentikan program nuklirnya.Seperi dilansir AFP Jumat (23/2/2007), pada perdagangan Kamis 22 Februari di New York, harga minyak jenis light untuk pengiriman April naik US$ 88 sen menjadi US$ 60,95 per barel.Sementara di London, harga minyak jenis Brent pengiriman April juga naik US$ 1,27 ke level US$ 60,62 per barel.Data Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak AS kembali anjlok 3,7 juta barel menjadi 327 juta barel hingga 16 Februari 2007.Pemicu kenaikan harga lainnya yakni laporan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) kepada Dewan Keamanan PBB. Iran menolak untuk menghentikan program nuklirnya. Iran belum menghentikan pengadaaan uranium.Merespon hal itu juru bicara Gedung Putih Gordon Johndroe mengatakan pemerintah AS sangat kecewa terhadap Iran yang tidak mematuhi resolusi PBB 1737.
(ddn/qom)











































