Tolak Garuda Dijual, Sekarga Kirim 1.000 Surat

Tolak Garuda Dijual, Sekarga Kirim 1.000 Surat

- detikFinance
Jumat, 23 Feb 2007 15:31 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah untuk menjual 49 persen saham di maskapai PT Garuda Indonesia Airlines (GIA) ditolak mentah-mentah oleh Serikat Karyawan Garuda (Sekarga).Sekarga sudah mengirim 1.000 pucuk surat antara lain kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono supaya maskapai terbesar Indonesia itu tidak dijual pemerintah."Kami menyatakan tidak setuju atas rencana pemerintah yang akan menjual 49 persen saham, karena penjualan dilakukan pada saat value Garuda sangat rendah dan kondisi keuangan yang tidak sehat," ujar Ketua Umum Sekarga Salim dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (23/2/2007).Dalam surat yang dikirimkan pada tanggal 22 Februari itu, Sekarga mempertanyakan kinerja direksi. Soalnya Garuda terus mengalami kerugian usaha selama 3 tahun berturut-turut. Tahun 2004 Garuda rugi US$ 65,7 juta, tahun 2005 rugi US$ 72,327 juta, dan tahun 2006 rugi US$ 52,320 juta."Kami tidak melihat adanya perubahan yang signifikan untuk mendorong posisi laba usaha dari negatif ke positif," tegasnya.Pencapaian seat load factor yang selama ini diomongkan direksi terjadi karena adanya penurunan jumlah pesawat produktif. Dari 61 pesawat tahun 2003 menjadi 49 pesawat tahun ini. Frekuensi terbang pun rendah."Pencapaian seat load factor juga lebih diakibatkan adanya blessing in disguise, karena sering terjadinya kecelakaan pesawat pada maskapai penerbangan lain," ujarnya.Sekarga juga meminta Presiden segera mengirim KPK untuk melakukan audit khusus terhadap PT Garuda Indonesia. Sementara kepada Menneg BUMN, diminta untuk mengganti seluruh komisaris dan direksi Garuda. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads