Menata Pasar Tradisional? Contohlah Kota Solo...

Menata Pasar Tradisional? Contohlah Kota Solo...

- detikFinance
Sabtu, 24 Feb 2007 17:27 WIB
Surakarta - Daerah yang ingin menata pasar-pasar tradisionalnya sudah selayaknya mencontoh kota Solo. Selama ini, Pemkot Surakarta (Solo) dinilai sukses merenovasi dan menata pasar-pasarnya sehingga tetap apik. Pujian tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat meresmikan pembangunan tiga pasar tradisional di Solo yang dipusatkan di Pasar Kembang, Solo, Sabtu (24/2/2007) sore. "Pembangunan kembali pasar yang digratiskan bagi pedagang, penanganan dalam pemindahan pedagang selama pembangunan dan berbagai kebijakan lainnya di Surakarta ini pantas diberi pujian dan daerah lain harus menirunya," puji Mari.Menurut Mari, pasar tradisional adalah cermin kebudayaan bangsa yang harus dipertahankan. Selain penataan fisik, yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pasar tradisional adalah pemeliharaannya. Karenanya, pengelolaan retribusi perlu diperhatikan oleh setiap Pemda. "Yang lebih penting lagi adalah kebijakan Walikota Surakarta memberikan surat legalitas bagi pedagang di pasar tradisional, sehingga para pedagang bisa lebih tenang, memiliki kekuatan hukum dan dapat dijadikan jaminan kredit. Ini harus ditiru daerah-daerah lain," lanjutnya. Perlindungan Konsumen Dalam kesempatan itu Mendag juga menghimbau para pedagang untuk berusaha dengan cara-cara yang bersih sebagai bagian dari upaya melindungi konsumen. Kecurangan dalam berusaha akan mencoreng citra pasar tradisional yang menjadi sektor vital di daerah. "Jangan ada yang mencuri timbangan atau kecurangan yang lainnya. Dua atau tiga pedagang saja berbuat curang, semua akan kena getahnya. Padahal di Kota Surakarta ini saja terdapat 36 pasar tradisional dengan 20 ribu pedagangnya," pesannya. (mbr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads