Perumnas Butuh Suntikan Dana Rp 300 Miliar

Perumnas Butuh Suntikan Dana Rp 300 Miliar

- detikFinance
Senin, 26 Feb 2007 14:22 WIB
Jakarta - Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) memerlukan dukungan tambahan modal kerja sejumlah Rp 300 miliar untuk pembangunan rumah generik tipe 27 sebanyak 10 ribu unit.Hal ini dikatakan Dirut Perumnas, Harry A Jasa Selawat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2007)."Jadi 10 ribu unit itu untuk tahun pertama (2007) dan 109.440 dalam waktu lima tahun berdasarkan Instruksi Presiden pada tahun 2006 lalu," kata Harry.Perumnas juga meminta dukungan kepada DPR agar pemerintah mau memberikan subsidi bunga kredit konstruksi sebesar 8 persen. Serta memberikan jaminan kredit karena tanah Perumnas tidak dapat dijadikan jaminan untuk pinjaman akibat sebagian besar tanahnya berstatus HPL."Kalau kita pinjam dari bank kolateralnya cukup besar," katanya.Harry juga mengatakan pemberian subsidi bunga kredit konstruksi ini diberlakukan untuk rumah dengan harga jual maksimum Rp 25 juta per unit. Selain tambahan modal kerja, Perumnas juga mengusulkan dana PSO sebesar Rp 18,8 miliar di tahun 2007 untuk pengelolaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Serta Rp 60,62 miliar untuk penyediaan rumah sederhana sehat."Memang sulit untuk mendapatkan persetujuan ini, tapi kami hanya menjalankan tugas kami sesuai Instruksi Presiden," kata Harry.Sementara anggota Komisi V DPR, Enggartiasto Lukito mengatakan, apa yang diminta Perumnas tidak relevan."Mereka tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan malah mau minta PSO dan tambahan modal pemerintah," ujar Enggar.Seharusnya, lanjut Enggar, Perumnas berusaha lebih keras karena sudah punya modal berupa tanah yang harus dikelola sehingga bisa digunakan untuk jaminan.Enggar juga mengusulkan dilakukannya audit kinerja Perumnas oleh BPK. "Apalagi yang namanya Perum itu tidak ditargetkan meraih untung," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads