Target Produksi Beras 2 Juta Ton Mengkhawatirkan
Senin, 26 Feb 2007 15:02 WIB
Jakarta - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional mengaku khawatir target produksi beras nasional sebesar 2 juta ton/tahun tidak tercapai. Hal ini karena pengaruh anomali iklim yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2007). "Informasi terakhir dari Dirjen pengairan, terjadi keanehan, dimana Subang, Indramayu dan Kerawang banjir. Kenapa Ketiganya banjir tapi bendungan Jatiluhur yang terletak di Karawang tidak terisi dan 16 waduk di propinsi unggulan dibawah ambang kritis" ujarnya. Menurut Winarno, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang meningkatkan produksinya di saat situasi iklim tidak menentu. Negara lain seperti Amerika dan Jepang menurunkan target produksinya. Kekhawatiran itu, sambung Winarno, diperparah dengan mundurnya masa musim tanam yang seharusnya dilakukan November-Desember 2006. Selain itu, Winarno mengaku hingga saat ini belum mendapatkan benih dari pemerintah. Ia juga mempertanyakan kepada pemerintah soal keputusan mengimpor beras, ditengah angka carry over (surplus) beras pada tahun 2006 sebesar 4.275.000 ton. "Kami ingin diluruskan, kalau tidak berdampak pada akhir 2008. Apalagi ribut pemilihan, kami (nelayan) nanti ditinggal, semua mikirin jabatan masing-masing. Kami nggak mau perdebatan masalah impor beras berdampak pada kepentingan petani, sampai benih saja nggak sampai," jelasnya. Menanggapi hal ini menurut Winarno, Wapres menganggap hal itu merupakan masukan dan bermaksud akan menindaklanjuti usulan KTNA Nasional tersebut.
(nik/qom)











































