Wapres & Mendag Tak Kompak Soal Target Ekspor

Wapres & Mendag Tak Kompak Soal Target Ekspor

- detikFinance
Senin, 26 Feb 2007 18:17 WIB
Jakarta - Kendati pertumbuhan ekspor realistis tahun 2007 hanya 14,5 persen, Wapres Jusuf Kalla tetap 'memaksa' pertumbuhan ekspor harus mencapai 20 persen. Jika tidak Indonesia bakal ketinggalan dari negara lain seperti Vietnam.Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai rapat koordinasi terbatas di Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (26/2/2007).Rapat tersebut dihadiri oleh Menko Perekonomian Boediono, Mendag Mari E Pangestu, Menperin Fahmi Idris, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menkominfo Sofyan Djalil, dan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo."Kita sudah ketinggalan dari Cina dan India, selain negara itu tidak boleh. Kita tidak boleh ketingalan dari Vietnam dan negara lain," tegas Wapres.Wapres menambahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan agar ekspor tahun ini naik 20 persen. "Sebenarnya tahun lalu baik, naik hampir 19 persen, tahun ini karena kondisi pertumbuhan dunia, sehingga dari Departemen Perdagangan memprediksikan tidak bisa dicapai, pemerintah tetap ingin maksimal mencapai 20 persen," ujarnya.Masalah pokok dari ekspor RI adalah promosi, standar, produktivitas dan koordinasi antar pihak yang terkait."Maka kita kerjakan dengan pengusaha, perbankan dan departemen bersangkutan untuk berupaya mencapai 20 persen, karena kalau tidak tercapai maka kita secara pelan ketinggalan oleh negara yang dulu jauh di bawah kita," ujarnya.Kalla mengatakan, selama ini memang ekspor terkendala masalah infrastruktur, birokrasi dan pencitraan atau image. Untuk mengatasi hambatan ekspor tersebut maka dibentuk tim yang melibatkan semua departemen. Perbankan juga diminta untuk berperan lebih besar untuk menggerakkan ekonomi.Kalla menambahkan peningkatan ekspor dan produksi berkaitan erat dengan investasi yang terjadi 2 tahun sebelumnya. "Ekspor 2007 kita lihat investasi pada 2005. Tahun 2005 memang telah terjadi penurunan investasi dari tahun sebelumnya," ujarnya.Sementara Mendag menuturkan pertumbuhan ekspor 14,5 persen sudah memperhitungkan kendala di dalam dan luar negeri. Untuk mencapai angka 20 persen pemerintah akan all out."Target angka 14,5 persen itu target realistis kita kerja keras supaya bisa lebih tinggi dan pada 2008-2009 pertumbuhan ekspor bisa lebih tinggi," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads