Kalla Sindir Fahmi Jangan Banyak Mengeluh

Kalla Sindir Fahmi Jangan Banyak Mengeluh

- detikFinance
Selasa, 27 Feb 2007 13:22 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla rupanya jengah juga mendengar keluhan dari Menteri Perindustrian Fahmi Idris tentang banyaknya kendala investasi di sektor industri.Kalla berharap Fahmi jangan hanya mengeluh tapi langsung menyampaikan keluhannya kepada pihak yang berwenang."Jadi tentu bukan tempat kita disini hanya mengeluh dan mengeluh. Minta saran ke orang lain," ujar Kalla.Hal itu disampaikan Kalla dalam sambutannnya saat membuka raker Departemen Perindusrian di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (27/2/2007). Rapat dihadiri oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perekonomian Boediono, Meneg BUMN Sugiharto, Menteri Pariwisata Jero Wacik, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bapenas Paskah Suzetta, Menneg LH Rahmat Witoelar dan Wagub DKI Fauzi Bowo.Kalla mengeluarkan pernyataan itu, karena sebelumnya Fahmi menyampaikan masih banyaknya permasalahan sektor industri yang perlu segera diselesaikan secara bersama-sama. Seperti kecenderungan penurunan daya saing di pasar internasioanal, kurang kuatnya keterkaitan hulu hilir, masih tingginya ketergantungan pada produk impor, masalah suku bunga tinggi, ekonomi biaya tinggi, penyelundupan serta belum memadainya layanan birokrasi.Menurut Kalla, kendala pokok di sektor industri hanya tiga hal yakni suku bunga tinggi, infrastruktur dan masalah-masalah sosial. Namun yang paling pokok adalah memiliki jiwa usaha (entrepreneur).Kalla mencontohkan, Cina dan India setelah dibuka perdagangan bebas, sektor industrinya cepat berkembang karena jiwa usahanya berkembang. Selain itu stabilitas di dua negara itu baik."Kita pernah stabil di zaman Soeharto tapi tidak maju juga karena banyak korupsi sedikit," terang Kalla.Untuk masalah suku bunga tinggi, dan infrastruktur, Kalla mengungkapkan pemerintah saat ini terus berusaha untuk mengatasi hal itu. Namun menurutnya, suku bunga dalam negeri jangan dibandingkan dengan suku bunga luar negeri. Sedangkan masalah infrastruktur, pemerintah sedang membuat listrik 10 ribu megawatt di Jawa dan Luar Pulau Jawa."Masa 60 tahun merdeka, bikin listrik 10 ribu megawatt saja tidak bisa bangsa ini. Yang benar saja," katanya.Mengenai keluhan sulitnya izin usaha, Kalla justru melihat meminta izin usaha di Indonesia lebih mudah. "Apa susahnya bikin izin sekali 10 tahun di Indonesia. Jadi jangan jadi alasan izin menjadi masalah pokok," ungkapnya.Untuk penyelundupan, menurut Kalla tanpa penyelundupan pun Indonesia masih kalah, karena biaya masuk hanya 5 persen.Mengatasi masalah-masalah tersebut, Kalla meminta Fahmi untuk bekerjasama dengan departemen-departemen lain."Persoalannya adalah Menperin harus datang ke meja misalnya Mendagri, kenapa izin usaha susah," saran dia. (nik/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads