Sempat Dicibir Ortu, Peter Menuai Sukses Bisnis Distro
Selasa, 27 Feb 2007 15:38 WIB
Jakarta - Perjuangan Peter Krisbianto (25) merintis distronya patut ditiru. Bermodal Rp 300 ribu dan sempat dicibir orang tuanya, Peter maju terus. Sukses pun kini direguknya.Dan setelah berjuang selama lima tahun, Peter yang mendirikan distro 'Mind' di Pamulang Permai Blok E N0 17 kini boleh berlega hati. Omzetnya kini bisa mencapai Rp 40 juta per bulan. Peter yang berpenampilan fungky ini mengisahkan perjuangannya merintis distro yang dimulainya ketika masih kuliah lima tahun silam. Ide bermula saat Peter tengah mengunjungi distro 'Reload'."Kayaknya bisa nih bikin kayak gini," cerita Peter saat ditemui detikFinance ketika mengikuti pameran distro di lobi Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/2/2007).Ia pun lantas merealisasikan idenya dengan membeli lusinan kaos. Peter juga mencoba membuat dua desain. Bermodal desain itu, Peter membawanya ke tukang sablon. Tiga lusin kaos langsung ludes.Dengan bermodal kesuksesan tersebut, Peter lantas mulai berpikir untuk menyeriusinya. Peter pun lantas menggandeng kekasih dan beberapa teman yang jago membuat deasin.Sedikit demi sedikit, distro Peter terkenal. Omzetnya pun terus bertambah. Produknya pun semakin banyak mulai dari kaos, tas, pin, topi dan kini meluas ke sweater. Jika pesanan sedang banyak, Peter menggandeng pabrik dari Bandung yang memiliki teknik printing yang oke.Peter mengaku distronya punya fans yang cukup fanatik mulai dari anak SD hingga kuliahan. Mereka umumnya cukup ngefans karena distro miliknya punya ciri khas. Omzetnya bervariasi. Jika sedang sepi, Peter paling banter hanya mengantongi Rp 5 juta. Namun jika sedang ramai, omzetnya bisa berlipat-lipat. Misalnya saat lebaran tahun lalu, Peter bisa mengantongi hingga Rp 40 juta.Namun Peter mengaku berbisnis distro saat ini lebih sulit ketimbang 5 tahun silam. Meski demikian, persaingan itu tidak menyurutkan cita-citanya menembus pasar mancanegara.Peter yang kuliah di jurusan pariwisata Universitas Trisakti ini mengaku tetap yakin bisa menjalani bisnis ini meski kuliahnya nggak nyambung dengan bisnisnya. Orang tuanya pun semula tidak memberi restu."Get the real job. Kayak gini buat sampingan aja," ujar Peter menirukan ucapan ortunya kala itu.Ucapan itu tak lantas mematikan kreativitas Peter dan teman-teman. Peter kini boleh berbangga karena penghasilannya bisa melebihi pendapatan orang kantoran.Satu hal yang ia pesan kepada orang-orang yang ingin memulai bisnis ini adalah, tetap konsisten dan jangan putus asa.Ingin meniru Peter dkk?
(qom/ir)











































