Proyek Tangguh Sudah 70%
Selasa, 27 Feb 2007 16:32 WIB
Jakarta - Pembangunan proyek LNG Tangguh, Papua kini sudah mencapai 70 persen. Sedangkan proses negosiasi pinjaman dana antara BP dan konsorsium bank Cina masih berlangsung. "Masih berlangsung, belum ada perubahan. Proyek juga berlangsung dengan baik, kami sangat senang," ujar Presiden Direktur BP untuk wilayah Asia Oceania Anne Drinkwater di kantor Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (27/02/2007). Ditemui secara terpisah, kepala BP Migas Kardaya Warnika menyatakan, kalaupun BP tidak mendapat pinjaman modal dari bank Cina, hal itu tidak masalah. Karena konsorsium proyek Tangguh sudah menjamin kelangsungan proyek tersebut. "Pendanaan dari Cina sebetulnya tidak mempengaruhi proyek Tangguh. Ada atau tidak dari Cina, BP holding yang menjamin," ujar Kardaya. Sehingga proses negosiasi tersebut tidak mempengaruhi pembangunan proyek Tangguh. Sebagai buktinya, Kardaya mencontohkan pembangunan proyek Tangguh yang kini sudah mencapai 70%. Kardaya juga menegaskan bunga dari pinjaman yang dilakukan BP tidak akan menjadi tanggungan pemerintah. Pembangunan proyek Tangguh membutuhkan dana 6,5 M US$. Dana itu terdiri dari ekuitas US$ 3 miliar dan pinjaman US$ 3,5 Miliar.Sejauh ini, BP sudah mendapat pinjaman US$ 2,616 Miliar yang ditandatangani pada 1 Agustus 2006. Pinjaman itu didapat dari JBIC, ADB, dan commercial banks. Sehingga kini BP masih bernegosiasi dengan bank Cina untuk pinjaman sisanya, yaitu 0,884 M US$. Rencananya, bisa didapatkan keputusan pada April 2007. Proyek LNG Tangguh terdiri dari dua train. Target pengaliran perdana train 1 adalah pada kuartal 4 2008, sedangkan target pengaliran perdana train 2 pada kuartal 1 2009.
(lih/qom)











































