Atase Perdagangan Masih Loyo
Selasa, 27 Feb 2007 17:45 WIB
Jakarta - Peranan Atase Perdagangan Deplu dinilai masih kurang. Tak jarang, banyak lelang pengadaan jasa dan barang di luar negeri yang gagal dimenangkan oleh industri Indonesia.Menperin Fahmi Idris meminta dukungan Menlu Hassan Wirajuda untuk memaksimalkan fungsi atase perdagangan sehingga pengusaha Indonesia bisa menang tender.Dalam waktu dekat, yakni 6 Maret 2007 akan diadakan tender pengadaan barang militer non alat utama sistem pertahanan, (alutsista) seperti seragam tentara, sepatu dan makanan oleh Perwakilan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.Hal tersebut disampaikan Menperin Fahmi Idris dalam raker Departemen Perindustrian di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (27/2/2007)."Pak Hidayat (Ketua Kadin) usul atase perdagangan kita harus lebih aktif untuk menjajagi pasar. Untuk itu saya telepon Menlu ada beberapa pemain besar disini yang mau ikut, angka tendernya begitu besar," ujar Fahmi.Untuk tahap pertama saja, imbuh Fahmi, angkanya mencapai US$ 1,5 miliar. Total nilai tender pengadaan barang militer itu mencapai US$ 6 miliar."Yang dikemukaan Pak Hidayat yakni lemahnya atase perdagangan kita, kalau di New York kita all out, kita bisa memenangkan tender US$ 1,5 miliar," ujarnya.Fahmi menambahkan ada tiga pemain di industri makanan, pakaian dan sepatu militer yang sudah meminta dukungannya untuk mengikuti tender di New York.Target Eskpor 20 Persen RealistisSementara itu mengenai pertumbuhan ekspor 2007, Fahmi menilai angka 20 persen tahun ini cukup realistis. Asalkan semua pihak bisa bekerja sama. "Kalau bisa tunjuk saja pengusaha yang mampu atau mempunyai insting enterpreneur, kalau perlu dibikin atase khusus," ujarnya.
(ddn/qom)











































