Andrew Steer Pamit dan Beri Kritik
Selasa, 27 Feb 2007 22:58 WIB
Jakarta - Masa tugas Andrew Steer sebagai country director World Bank (WB) di Indonesia telah berakhir. Sambil berpamitan, ia menyampaikan kritikan atas perkembangan kebijakan pembangunan Indonesia.Kebijakan sejumlah bidang mendapat masukan konstruktif. Seperti kelistrikan, air bersih, perumahan, pangan dan investasi yang sekian belas tahun belum menunjukkan kemajuan berarti. Bahkan dibandingkan negara yang kondisi umum ekonominya di bawah Indonesia."Ada 70 juta KK belum punya akses listrik. Penyebabnya, PLN memberi subsidi terlalu besar untuk rumah tangga. Agar jangkauan listrik lebih luas, kami menyarankan penyaluran listrik ke daerah dilakukan swasta. Ini dilakukan Vietnam, dalam empat tahun, sambungan listriknya naik dari 22 persen ke 84 persen," papar Steer di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (27/2/2007).Pernyataan Steer tersebut merupakan bagian dari jawabannya terhadap pertanyaan yang diajukan Wapres Jusuf Kalla. JK menanyakan kebijakan apa yang masih salah dan langkah konkret apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kelemahan pembangunan yang ada.Kemandegan serupa juga terjadi pada pengadaan akses air bersih. Steer mengaku tidak melihat adanya kemajuan memuaskan dari segi cakupan layanan saat ini dibanding pada Repelita IV saat ia menangani pelaksanaan proyek penyedian air bersih bantuan WB di sejumlah wilayah Indonesia.Steer mengakui, sebenarnya cukup banyak perbaikan kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. Sayangnya, belum semua mendatangkan hasil positif. Salah satunya adalah kebijakan investasi, yang meski telah mendapat banyak perbaikan, tapi tidak kunjung sukses menarik investor.Pemaparan bertajuk "Indonesia Rising" yang disampaikan Steer, diikuti sebagian jajaran pemerintah dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Beberapa yang tidak hadir adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, dan Menkum HAM Hamid Awaluddin.Paparan dan sesi tanya jawab selama hampir dua jam Selasa malam ini berlangsung dalam bahasa Inggris. Mendagri M Ma'ruf dan Menneg PDT Saifullah Yusuf mengenakan alat penerjemah di telinga masing-masing dari awal hingga akhir acara.Tidak ketinggalan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal yang fasih cas-cis-cus itu juga mengenakan alat serupa. Tapi alat itu baru ia kenakan ketika JK mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris.
(lh/sss)











































