Laba Industri Tambang RI Pecahkan Rekor

Laba Industri Tambang RI Pecahkan Rekor

- detikFinance
Rabu, 28 Feb 2007 14:20 WIB
Jakarta - Laba perusahaan industri pertambangan di Indonesia pada tahun 2005 memecahkan rekor. Setoran royalti dan pajak kepada pemerintah pun mencapai titik tertinggi selama 10 tahun terakhir.Hal tersebut merupakan hasil survey Price Waterhouse Cooper terhadap 70 perusahaan yang mewakili lebih dari 75 persen industri pertambangan Indonesia. Survei dilakukan pada tahun 2006 dengan menggunakan data keuangan perusahaan tambang per tahun 2005.Dari perusahaan-perusahaan tersebut, pendapatan perusahaan secara keseluruhan pada 2005 naik dari 37 persen dari tahun 2004, sedangkan laba bersihnya naik 71 persenIni berimbas pada royalti dan pajak yang diterima pemerintah mencapai US$ 2,7 milliar pada tahun 2005, atau melonjak 62 persen dari tahun sebelumnya, sekaligus mencetak rekor dalam dekade terakhir."Angka ini sama dengan tarif efektif pajak dan royalti sebesar 44 persen," ujar penasehat ahli Price Waterhouse Coopers (PWC) Sacha Winzenried dalam mineIndonesia 2006 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/02/2007).Namun, pertumbuhan industri Indonesia ini masih kecil dibandingkan industri pertambangan global. Hal ini ditandai dengan tingkat pengeluaran eksplorasi Indonesia baru sekitar 2 persen dari pengeluaran eksplorasi global pada 2005. Meningkat tipis dari 2004, yaitu 0,5 persen. Sedangkan Amerika Latin menyabet prosentase terbesar yaitu 23 persen. Lalu ada Kanada sebesar 19 persen, Afrika 17 persen, Australia 13 persen, Amerika Serikat 8 persen, Pasifik dan Asia Tenggara 4 persen dan bagian dunia lainnya 16 persen.Menurut Metals Economic Group (MEG) dari Kanada, anggaran untuk kegiatan eksplorasi di seluruh dunia tahun 2005 mencapai US$ 5,1 milliar. Ini meningkat US$ 1,3 milliar dibandingkan 2004. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads