Produsen Minta Bea Masuk Impor Baja HRC Dihapus

Produsen Minta Bea Masuk Impor Baja HRC Dihapus

- detikFinance
Rabu, 28 Feb 2007 17:15 WIB
Jakarta - Produsen baja kembali meminta pemerintah untuk menghapus bea masuk (BM) impor baja jenis hot rolled coil (HRC) dari saat ini sebesar 5 persen.Pasalnya Krakatau Steel (KS) sebagai pemasok bahan baku HRC tidak sanggupmemasok keseluruhan kebutuhan produsen baja.Seperti kebutuhan baja PT Essar Indonesia, yang merupakan satu-satunya perusahaan asing yang memproduksi Cold Rolled Coil (CRC) atau baja canai dingin, meminta kesediaan pemerintah untuk menghapus bea masuk untuk produk HRC. Kebutuhan baja perusahaan asal India itu mencapai 450 ribu ton sehingga Esaar harus memenuhinya dari impor."Essar minta pembebasan bea masuk bahan baku sebagai bentuk insentif karena pasokan bahan baku tidak bisa dipenuhi KS, dari 450 ribu ton per tahun kapasitas Essar, KS hanya mampu suplai 120 ribu ton per tahun," ungkap Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Anshari Bukhari di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (28/1/2007).Ansari menjelaskan pemerintah berhak mengenakan tarif bea masuk bagi komoditas yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Namun untuk memecahkan persoalan ini, Depperin telah mengajukan usulan penurunan itu ke Tim Tarif. "Selanjutnya tinggal menunggu keputusan dari sana," kata dia.Menurut Ansari, Indonesia masih mengimpor baja HRC dari lima negara produsen yakni Cina, India, Rusia, Taiwan, dan Thailand. Nilai impor pada 2006 mencapai hampir 1 juta ton yang sebagian besar dipasok oleh Cina.Namun dalam petisi dumping yang diajukan PT Krakatau Steel belum lama ini, pemerintah kemungkinan akan menerapkan sanksi antidumping terhadap lima negara eksportir HRC karena produk yang dijual dengan harga murah telah merusak pasar HRC dalam negeri. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads