Mega Proyek PLN Tak Jelas

Mega Proyek PLN Tak Jelas

- detikFinance
Rabu, 28 Feb 2007 18:30 WIB
Jakarta - Penandatanganan kontrak 6 proyek pembangkit listrik 10.000 MW yang ditargetkan akhir Februari tertunda lagi. Belum diketahui kapan kontrak akan ditandatangani.Sebelumnya, jadwal penandatanganan kontrak-kontrak tersebut sempat mundur dari 31 Januari 2007 menjadi akhir Februari 2007. Namun, hingga Rabu (28/02/2007), hari terakhir bulan Februari, penandatanganan belum juga dilakukan."Belum, belum ada penandatanganan kontrak," ujar Ketua Tim Lelang Pembangkit Kelas 600-700 MW Chairuddin Matondang ketika dihubungi wartawan lewat telepon, Rabu (28/2/2007).PLTU Suralaya adalah satu dari lima proyek yang mendapat penjaminan dari lembaga keuangan China, Sinosure. Empat lainnya adalah PLTU Paiton, PLTU Labuan, PLTU Indramayu dan PLTU Tanjung Awar-Awar.Sedangkan PLTU Rembang mendapat jaminan dari lembaga keuangan Malaysia, Zelan.Keenam PLTU itu merupakan bagian dari proyek 10.000 MW skala 600 MW. Awalnya ditargetkan bisa selesai pembangunannya pada Agustus 2009, lalu mundur jadi Februari 2010. Penundaan penandatanganan enam proyek itu sebelumnya karena Sinosure belum bisa menyelesaikan penjaminan terhadap lima proyek pembangkit. Sehingga PLN butuh waktu lebih lama untuk bernegosiasi dengan Sinosure. Sedangkan di lain pihak Zelan sudah menyelesaikan prosedurnya. Namun menurut Ketua Tim Harian Percepatan Pembangkit Yogo Pratomo, penandatanganan kontrak akan dilakukan secara bersama-sama (antara yang dijamin Sinosure dan Zelan)."Ini satu paket dengan lokasi yang ikut China, supaya sama-sama," ujar Yogo saat mengumumkan mundurnya pembangunan 10.000 MW beberapa waktu lalu.Belum bisa dipastikan apakah mundurnya penandatanganan kali kedua ini tidak mempengaruhi target penyelesaian pembangkit tersebut atau tidak. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads