HPP Gabah Harus Naik 11%
Kamis, 01 Mar 2007 18:31 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta segera menaikkan harga dasar gabah sebesar minimum 11 persendari harga pembelian pemerintah (HPP) yang berlaku saat ini. Kenaikan ini untuk mengimbangi harga eceran tertinggi (HET) pupuk dari Rp 1.200 per kilogram menjadi Rp 1.700 per kilogram tahun lalu. Kenaikan itu sebaiknya terealisasi pertengahan Maret ini seiring dengan berlangsungnya panen raya.Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR Yusuf Faishal usai diskusi terbatas Dewan Pimpinan Pusat Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (DPP-MAI) di Hotel Maharani Jakarta, (1/3/2007)."Kenaikan ini untuk mengimbangi harga eceran tertinggi (HET) pupuk dari Rp 1.200 per kilogram menjadi Rp 1.700 per kilogram tahun lalu. Seharusnya kenaikan harga gabah itu dilakukan Agustus tahun lalu seiring dengan kenaikan HET pupuk," katanya.Saat ini HPP gabah kering panen (GKP) sebesar Rp1.730 per kilogram, sedangkan HPP beras Rp3.550 per kilogram. Dengan demikian, kata Yusuf, kami mengusulkan harga dasar gabah menjadi Rp1.950 per kilogram, sedangkan harga beras menjadi Rp4.000 untuk setiap kilogramnya.Menurutnya kenaikan harga dasar gabah itu para petani akan mendapatkankeuntungan. Efeknya, para petani akan semangat untuk menanam padi karenaadanya kepastian harga yang tinggi tersebut. "Kalau harga dasar itu dinaikkan pemerintah, saya optimistis target kenaikan produksi beras 2 juta ton akan tercapai," kata Yusuf.Ketua Wahana Masyarakat Tani Indonesia (WAMTI) Agusdin Pulungan menyetujui usulan Yusuf Faishal tersebut. Bahkan dia meminta pemerintah untuk menaikkan HPP GKP sebesar Rp 2.500 per kilogram.Menurut dia, saat ini Menteri Pertanian Anton Apriantono telah mengajukan kenaikan HPP ke Menko Perekonomian. Menurut dia, dalam draft usulan Mentan tersebut Departemen Pertanian meminta kenaikan HPP GKP menjadi Rp 2.000 per kilogram."Saya sangat mendukung kenaikan HPP ini. Sebab kenaikan ini untuk menyesuaikan kenaikan BBM yang terjadi pada Oktober 2005 lalu," kata Agusdin.Agusdin tak sependapat kalau kenaikan HPP ini akan memicu kenaikan inflasi. Sebab melambungnya harga beras di tingkat konsumen ini lebih disebabkan oleh sistem distribusi yang jelek. Jika HPP dinaikkan dan sistem distribusi dibenahi, Agusdin, yakin harga tidak akan melambung seperti saat ini.
(arn/ddn)











































