Pertamina Obral Bonus ke PLN
Jumat, 02 Mar 2007 12:39 WIB
Jakarta - Pertamina menawarkan harga yang menarik beserta bonus-bonus lainnya, spesial untuk PLN. Namun Pertamina tetap teguh tak mau ikut tender BBM PLN."Nggak ikut tender, kita ikut penawaran khusus dengan harga yang menarik, bukan hanya harga, tapi juga proposal harga yang menarik,"ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya di kantor ESDM, Jakarta, Jumat (2/3/2007). Menurut Hanung, Pertamina menawarkan sistem konsinyasi. Artinya, Pertamina akan mengelola BBM yang dititipkan di fasilitas (tangki) milik PLN di lokasi pembangkit. Nantinya, PLN tinggal membayar sejumlah BBM yang digunakan, sehingga bisa membantu PLN mengurangi inventory cost. Dalam penawaran itu, Pertamina akan memberikan minyak solar sesuai dengan syarat pemerintah, yaitu yang mengandung sulfur maksimum 0,35% atau masuk kualitas bagus. Bonusnya lagi, Pertamina juga menawarkan untuk mengantar BBM sampai ke lokasi Pembangkit di daerah Indonesia Timur. "Untuk Indonesia Timur, kita antarkan sampai PLTd-nya, hayo mana lainnya yang bisa," ujarnya. Menurut Hanung, pemasok lain belum tentu bisa karena membutuhkan truk khusus dan harus mengenal daerah yang topografinya cukup sulit. Namun Pertamina menawarkan terms of payment yang lebih ketat dan jelas. Jika PLN terlambat membayar, PLN akan dikenakan denda. Begitu juga jika Pertamina terlambat mengantarkan BBM, Pertamina akan didenda. Sayangnya, Hanung masih urung mengungkap harga yang ditawarkan Pertamina. "Soal harga jangan diekspos dulu, itu stratgegi nanti PLN pusing, itu tidak cuma menarik tapi menarik sekali." ujarnya.
(lih/qom)











































