Pemerintah Pesimistis Terhadap Proyek Konversi Minyak Tanah
Senin, 05 Mar 2007 12:15 WIB
Jakarta -
Pemerintah merasa pesimistis program konversi minyak tanah ke gas elpiji bisa terlaksana sesuai target 2007. Semula, pemerintah menargetkan konversi 1 juta kiloliter minyak tanah ke 567.767 metrik ton elpiji.Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI hari ini Senin, (5/03/2007) di Gedung DPR. "Tahun 2007, target pengalihan minyak tanah ke elpiji sulit memenuhi target," ujar Purnomo saat membacakan jawaban atas pertanyaan Komisi VII sebelumnya. Menurut Purnomo, rencana konversi ini seharusnya sudah mulai dari 1 Januari 2007. Namun mengalami keterlambatan hingga sekarang karena terhambat masalah pengadaan kompor gas. Pemerintah akhirnya menunjuk Pertamina untuk membantu pengadaan tersebut melalui surat tanggal 16 Februari 2007. Dan Pertamina sudah melakukan tender pengadaan 1,6 juta unit kompor pada 21 Februari lalu. Penyebab kemunduran ini adalah karena belum adanya kepastian untuk membiayai pengadaan tersebut. Menurut paparan tertulisnya, dana yang dibutuhkan untuk pengadaan kompor, tabung, dan asesoris LPG mencapai Rp 1,82 triliun.Program ini semula dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka menggenjot penggunaan gas elpiji. Hal itu dilakukan karena selain pasokan gas yang berlimpah, pemerintah juga sudah mulai terbebani besarnya beban subsidi minyak tanah. Pemerintah berharap jika konsumsi minyak tanah dikurangi, maka subsidi yang akan ditanggungnya bisa berkurang.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































