Jasa Marga Bahas Usulan Penjualan Jalan Tol
Senin, 05 Mar 2007 15:52 WIB
Bandung - Keinginan menjual aset jalan tol seperti yang dilontarkan Wapres Jusuf Kalla direspons positif oleh Direksi Jasa Marga. Namun, hal itu akan dibahas terlebih dahulu secara detail di tingkat direksi. Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito mengungkapkan pembahasan mengenai keinginan penjualan asset tol tersebut akan dibahas dalam pekan ini. "Jika pemerintah menginginkan menjual, ya kita ikuti saja. Tapi nanti akan kita bahas dulu secara detail," ujarnya usai menjadi pembicara dalam diskusi "Smart and suistanable infrastructure" di Aula Barat ITB, Bandung, Senin (5/3/2007).Menurut dia, dana hasil penjualan asset tersebut akan digunakan untuk membangun jalan tol baru. Ketika ditanya ruas jalan tol mana yang kemungkinan akan dijual, Frans menyatakan hal itu masih akan dibahas. "Saat ini ada 460 km yang beroperasi. Semuanya produktif. Tapi memang ada subsidi silang antara ruas jalan tol itu karena ada yang pengembalian keuntungannya kurang," katanya. Dari 460 km ruas jalan tol itu, sekitar 50 km ruas disubsidi silang. Sebelumnya akhir pekan lalu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan untuk mempercepat pembangunan jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera serta jalan-jalan lainnya sepanjang 1000 km dalam tiga tahun ini dibutuhkan modal yang sangat besar.Untuk memperoleh dana yang besar itu, Jasa Marga harus menjual aset-aset produktif yang dimiliki seperti jalan tol.
(ern/qom)











































